Tradisi Qiyamul Lail di Masjid Oman

533

Masjid Agung Al-Makmur atau yang dikenal dengan Masjid Oman merupakan salah satu masjid yang berada di Jalan Tgk. H. Muhammad Daud Beureueh Banda Aceh yang mendapatkan bantuan karena bencana gempa dan tsunami tahun 2004 silam.

Bantuan pembangunan tersebut diberikan oleh Kesultanan Oman yang dimulai pada tahun 2006, selesai dibangun secara keseluruhan pada tahun 2008, dan diresmikan pada tahun 2009. Arsitektur dari Masjid ini bergaya Timur Tengah dengan nuansa Arab yang menawan.

Lokasinya yang strategis dan terletak di pinggir jalan raya memudahkan masyarakat dan wisatawan baik domestik maupun lokal yang ingin beribadah disana. Suasananya yang sejuk dan indah, semakin menambah kekhusyukan dan ketenangan saat menghadap Sang Pencipta.

Indahnya Ramadhan di Aceh

Di bulan Ramadhan khususnya, para jamaah ibadah shalat Isya dan tarawih di masjid ini sangat ramai. Terlihat dari penuh dan sesaknya masjid, dan juga dari banyaknya kendaraan yang berjejer di sekitar masjid.

Di minggu awal Ramadhan hingga minggu terakhir Ramadhan, masjid ini tetap tidak mengalami pengurangan jamaah. Masyarakat sangat antusias untuk shalat Isya dan tarawih di masjid ini. Selain ceramah yang diberikan setelah Isya selalu sangat menarik dan menyentuh qalbu, yang menjadi iman di Masjid Oman pun bersuara merdu dan membuat suasana shalat menjadi semakin khusyuk.

Setelah shalat isya dan tarawih, para jamaah masih memadati masjid untuk beri’tikaf, berdzikir, dan bertadarus memuja asma Allah SWT.

Di malam 10 terakhir Ramadhan, yang menjadi imam shalat isya dan tarawih, serta qiyamul lail adalah Syeikh-Syeikh yang didatangkan langsung dari Arab Saudi. Tak heran banyak masyarakat yang dari luar Banda Aceh dan luar Aceh bertandang ke Banda Aceh, khusus untuk shalat di Masjid Agung Al-Makmur ini.

Shalat qiyamul lail dimulai pada sepertiga malam, berjumlah 8 rakaat dan ditutup dengan witir. Meskipun begitu, para jamaah sudah memenuhi masjid sejak pukul 00.00 WIB. Setelah shalat qiyamul lail dan witir selesai, para jamaah melaksanakan sahur dengan makanan yang disumbangkan oleh para dermawan ke masjid. Lalu setelah sahur para jamaah melakukan shalat subuh berjamaah, baru kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Ketika qiyamul lail di masjid menjadi tradisi di masyarakat kita, dengan harapan memperoleh malam Lailatul Qadar dan mencari ridha-Nya, maka setiap pribadi akan mampu menjadi cahaya, penerang, yang menerangi kehidupan dan bermanfaat bagi sesama, semoga.