Sepenggal Kisah dari Perintis Bisnis Perfetto

52

Tahun 2016, putra Aceh bernama Mohd Chandra Aldiansyah berangkat ke Bandung untuk melanjutkan kuliah di Sport Science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Keberangkatan putra Aceh ini bukan hanya berkuliah saja, namun juga punya semangat untuk mencari relasi bisnis yang nantinya bisa dikembangkannya.

Perfetto begitulah nama yang ditambalkan pada brand yang terinspirasi dari 99 nama asma Allah itu.

“Perfetto ini saya ambil dari 99 nama Allah, yaitu Maha Sempurna, kemudian saya kemas dalam bahasa italia yang berarti sempurna,” ungkap Chandra.

Kisah awal bisnisnya pertama dimulai sejak awal kuliah di FPOK UPI Bandung. Ia merasa sebagai pelaku bisnis pemula merasa sangat terbantu dengan pilihan bisnis yang dipilihnya.

“Untuk sementara, Perfetto ini menjadi jalan terbaik bagi saya dalam berbisnis. Dalam pikiran saya kenapa harus Perfetto, sebenarnya apa itu Perfetto? Perfetto adalah badan usaha yang bergerak di bidang konveksi, pertanian (kopi), dan kontruksi (pembangunan gedung gedung olahraga),” sebut Putra asli Banda Aceh tersebut.

Perfetto sendiri merupakan brand ambassador yang bergerak di bidang konveksi khususnya jersey, pertanian (kopi), dan kontruksi (pembangunan gedung gedung olahraga).

“Awal berdirinya Perfetto sejak tahun 2019. Saya masih berkerja sendiri dalam mengembangkannya. Berlanjut pada tahun 2019-2020 Perfetto mulai populer dibagian produksi jersey. Alhamdulillah, brand ini mulai muncul di tengah-tengah masyarakat dan berjalan dengan lancar. Dibuktikan dengan pasar-pasar yang mendukung jalannya bisnis ini,” sebut Chandra.

Pertengahan tahun 2020-2021 Perfetto sempat vakum, dikarenakan inflasi pandemi Covid-19 yang sangat dasyat. Namun, tidak menutup semangat untuk kembali bangkit di awal tahun 2022.

“Alhamdulillah, saya bangkit di tahun 2022 dan perkembangan Perfetto semakin baik. Dibuktikan dengan terbentuknya Team Work Perfetto beranggotakan 4 orang. Diantaranya Hafid, Chandra, Irvan, dan Fahril. Kami mampu membuat legalitas usaha berbadam hukum. Dan sudah mempunyai gudang di seputaran Banda Aceh tepatnya Blang Krueng Darussalam,” timpalnya.

Dengan adanya Perfetto ini, Chandra berharap bisa menjadi brand besar layaknya produk Nike, Adidas, Puma, dan lainnya.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya Aceh untuk kelancaran bisnis kami,” harapnya.

Bisnis Bisa Memberdayakan Diri

Mengapa harus berbisnis? Saat ditanyakan ini kepada Chandra. Ia menyebutkan, selain dapat memberdayakan diri sendiri, adanya bisnis juga akan mampu memberdayakan orang lain dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Semangat untuk para pelaku bisnis pemula di Indonesia khsusunya Aceh,” celutuknya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran Indonesia sebesar 9,1 juta orang pada Agustus 2021. Jumlah ini naik dari 8,7 juta orang pada Februari 2021.Terkhusus Aceh, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh sebesar 6,30% pada Agustus 2021. Nilai itu menurun 0,29 poin dari Agustus 2020 yang sebesar 6,59%.

Menurunnya angka pengangguran di Aceh tentu tidak terlepas dari upaya pemuda dalam memilih jalan hidup.

“Mungkin, bisnis menjadi alternatif saat ini dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia, khususnya Aceh. Selain dapat memberdayakan diri sendiri, bisnis juga dapat membuka lapangan kerja seluas luasnya,” tutup Chandra.

Sukses untuk Chandra dan tim di usaha Perfetto!

Tahun 2016, putra Aceh bernama Mohd Chandra Aldiansyah berangkat ke Bandung untuk melanjutkan kuliah di Sport Science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).