Sejumlah Pelaku Ekraf Aceh Lakukan Penolokukuran ke Batam

38
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh membawa setidaknya sepuluh orang pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) Aceh untuk mengikuti penolokukuran (benchmarking) ke Kota Batam Kepulauan Riau, 25-27 November 2022.

“Para pelaku ekraf Aceh disamping mempromosikan pariwisata Aceh juga melihat dan mempelajari bagaimana cara Kota Batam mengembangkan sektor ekonomi kreatif untuk mendongkrak pertumbuhan industri pariwisata,” kata Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal melalui Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan, Ismail, Jumat 25 November 2022.

Dipilihnya Batam, sebut Ismail, karena Batam merupakan pintu masuk wisatawan dalam negeri dan luar negeri seperti singapura, Malaysia, Thailand dan negara tetangga lainnya.

“Karenanya kita harapkan para peserta yang ikut serta bisa betul-betul memanfaatkan momen tersebut sehingga dapat memberikan dampak positif buat Aceh dalam hal mempromosikan ekraf yg ada di Aceh serta menjalin komunikasi sesama pelaku Ekraf,” imbuhnya.

Selama di Batam, peserta penolokukuran langsung di bawah kendali Muhammad sebagai ketua tim yang menjalin sinergisitas dan kolaborasi dengan Pemda Kota Batam dan pelaku ekraf setempat.

Di hari pertama, peserta pelaku ekraf melakukan audiensi dengan para sesama pelaku usaha ekonomi kreatif di Batam di ruang Aula Hotel Pacific Palace Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Miftahulroziqin dan Yulisnar Almurni mengatakan, Disbudpar Kota Batam mendukung penuh para pelaku ekraf di Batam.

Tidak hanya menyediakan fasilitas seperti di produk Kriya Bunda Evi di Tiban, Kelurahan Sekupang, pelaku batik Iluh juga sudah ada griyanya di Mal MB2, Ari Tuju Kopi di Niaga Mas Batam Center sebagai tempat membina tumbuh-kembangnya komunitas pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga mendukung dalam bentuk pembiayaan dan networking, disamping juga market mereka sudah masuk ke luar negeri, seperti Malaysia.

“Kunci keberhasilan di sini adalah sinergi dan kolaborasi. Kita kerjasama dengan berbagai pihak dari unsur pentahelix pariwisata, bahu-membahu membangun ekraf,” ujar Yulisnar Almurni.

Salah satu peserta penolokukuran Miftahulroziqin Melan Meta Diansyah, mengapresiasi Pemerintah Aceh yang membawa para pelaku ekraf Aceh ke Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Hal ini menjadi trigger motivasi bagi kami untuk melakukan hal serupa ketika sampai di Aceh apalagi saat ini Pemerintah Aceh juga sedang gencar mendorong perkembangan sektor pelaku usaha ekonomi kreatif dan Pariwisata,” sebut pelaku usaha Cokinol dari Kota Sabang tersebut.