Padukan Budaya Aceh-Melayu, Disbudpar Harap Lestarikan Kearifan Lokal

102
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar event Serumpun Melayu Raya Tamiang tahun 2022 di Lapangan Tribun Aceh Tamiang, 25-26 November 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, event yang bertajuk “Tak Lapuk Oleh Hujan, Tak Lekang Melayu Berganti” tersebut digelar demi menjaga eksistensi nilai-nilai seni dan tradisi budaya yang telah berkembang sejak lama di Aceh, khususnya adat budaya di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ajang ini perlu dilaksanakan untuk dapat menggambarkan berbagai macam kebudayaan tradisional dan kesenian masyarakat, serta menciptakan regenarasi seni terhadap generasi muda Aceh Tamiang,” kata Almuniza.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan mampu menjadi daya tular bagi para kaum milenial, sehingga budaya melayu di Aceh Tamiang tidak tergerus zaman.

“Besar harapannya, seni dan adat budaya Aceh Tamiang dapat terus berkembang dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakatnya,” katanya.

Ia berharap, semoga di daerah berjuluk “Bumi Muda Sedia” yang indentik dengan perpaduan budaya Aceh-Melayu dapat terus dipertahankan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Mari lestarikan budaya, majukan pariwisata,” pungkasnya

Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut menampilkan ragam kegiatan, diantaranya pergelaran seni Melayu, busana etnik Melayu, expo seni kreatif dan kuliner, pertunjukan tari dan musik, serta gowes jelajah budaya.

Sejumlah musisi dari luar dan dalam Aceh Tamiang juga akan ikut memeriahkan kegiatan tersebut diantaranya, Joel Pasee, Cut Zuhra, Oranghutansquad, dan juga Tangke.

Serta seniman Aceh turut hadir, seperti Sanggar Pelintau Tamiang, Sanggar Seni Rampai Tamiang, grup Tamiangcoustic, Sanggar Melige, Orkes Dendang Melayu Sukma Murni, dan Sanggar Lenggang Community.