Oranghutan Squad Rilis 9 Lagu Bahasa Daerah, Ini Pesan Kadisbudpar Aceh

110
Grup musik asal Aceh, Oranghutan Squad merilis Anthem Vol 7 mereka dengan judul lagu ‘Mama’ yang menceritakan tentang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anaknya.

Uniknya, meskipun berasal dari Aceh, Oranghutan Squad berani tampil dengan menggunakan 9 bahasa daerah di Indonesia untuk melantunkan lagu tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal mengapresiasi hasil karya Oranghutan Squad di bidang seni musik. Sebab, menurutnya, sejauh ini mereka mampu meracik musik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Aceh.

“Kita mengucapkan selamat kepada Oranghutan Squad telah merilis lagu barunya. Tentu ini menjadi angin segar di belantika musik Tanah Air, bahwa ada musisi dari Aceh yang mampu membawa lagu menggunakan 9 bahasa daerah,” kata Almuiza dalam keterangannya, Rabu, 28 Desember 2022.

Almuniza berpesan, agar Oranghutan Squad tetap mempertahankan ragam etnik Aceh dalam setiap penampilan hingga karyanya, sehingga budaya dan kesenian Aceh bisa terus terpromosikan hingga ke penjuru nusantara bahkan dunia.

“Lewat seni musik juga berperan dalam media promosi, dan ini kita harap juga selaras dengan tagline kita yaitu “Lestarikan Budaya, Majukan Pariwisata,” kata Almuniza.

Executive Produser Oranghutan Squad, Wahyu Dana menceritakan, judul lagu ‘Mama’ terinspirasi dari keseharian seorang ibu yang tetap tegar dalam membesarkan anaknya.

“Alasan kuat Oranghutan Squad mengangkat peran ibu di dalam single ini adalah mengingkatkan kepada kita semua bahwa karena seorang ibu lah kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya,” kata Wahyu.

Selain menggunakan sejumlah bahasa daerah seperti Aceh, Makassar, Jawa, Banjar, Bali, Minang, Ngalum Papua, Manado dan Batak, di single tersebut Oranghutan Squad menyajikan beberapa musik khas daerah di Indonesia lewat judul lagu ‘Mama’.

“Kali ini Oranghutan Squad berani untuk melakukan terobosan baru. Yaitu menggunakan 9 bahasa mulai dari Aceh, Makassar, Jawa, Banjar, Bali, Minang, Ngalum Papua, Manado dan Batak. Tidak hanya bahasa, di single ini juga kita menyajikan beberapa musik khas daerah di Indonesia,” katanya.

Ia berharap lagu ini dapat diterima oleh semua kalangan dan menjadi refleksi bagi semua orang untuk selalu menjaga, merawat dan mengasihi orangtuanya.

Diketahui, Oranghutan Squad terbentuk pada 5 Mei 2015, dengan berkomitmen untuk menjaga adat, budaya dan bahasa Aceh melalui musik. Nuansa budaya Aceh selalu disuguhkan dalam setiap karyanya selama ini yang dikemas dalam musik tradisional dan modern dalam musik bergenre Hip Hop.

Sejauh ini Oranghutan Squad sudah lalu-lalang melintang tampil di berbagai pentas musik nasional. Teranyar, mereka perform di FLAVS Festival dan di acara pekan puncak Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 di AEON BSD Jakarta.