Lewat Peringatan 18 Tahun Tsunami, Memperkuat Kesatuan dalam Membangun Aceh

93
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar peringatan 18 tahun terjadinya tsunami Aceh, Senin, 26 Desember 2022 di kuburan massal Siron, Aceh Besar.

Kegiatan yang diawali dengan samadiah, zikir dan bersalawat ini, dilanjutkan dengan ziarah bersama untuk mengenang sejarah tsunami dan gempa yang pernah terjadi di Aceh.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dalam sambutannya menyampaikan, situasi yang terjadi pada saat bencana yang pernah dialami masyarakat Aceh tentunya akan membekas di memori masyarakat dan momentum tsunami ini dapat memperkuat satu kesatuan dalam membangun Aceh menjadi lebih baik.

Menurutnya, pada kesempatan ini bisa mengenang kembali bagaimana saudara kita, pemerintah dan masyarakat dari berbagai suku bangsa termasuk komunitas Internasional mengulurkan tangan meringankan beban masyarakat Aceh.

“Delapan belas tahun kita sudah memperingati tsunami dan gempa yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam, menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk terus membangun Aceh tanpa melihat dari suku dan budaya yang berbeda,” ujar Achmad Marzuki.

Oleh sebab itu, sambungnya, marilah kita memohon kepada Allah ta’ala untuk senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada kita semua dan dilindungi dari segala macam bahaya bencana.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Aceh Besar 2003-2004, Rusli Muhammad menyampaikan, saat terjadi tsunami Aceh pada bundaran di Lambaro terdapat ada 25 ribu jenazah korban tsunami dan jumlah korban yang ada di Aceh besar tercatat sebanyak 45 ribu korban jiwa.

“Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini menjadi catatan sejarah untuk lebih meningkatkan ketaqwaan masayarakat Aceh kepada Allah SWT,“ ujar Rusli.

Rusli berharap, melalui kegiatan ini masyarakat Aceh bisa melihat kondisi yang terjadi pada saat terjadinya tsunami dengan pemutaran kejadian bencana pada persembahan Aceh tsunami teateral sehingga memberikan edukasi terkait mitigasi bencana.

Kegiatan peringatan tsunami ditutup dengan ceramah dari Tgk Muhammad Yusuf A. Wahab dan makan siang bersama, dimana untuk menambah keimanan dan ketaqwaan serta mempererat silaturahmi antar tamu yang berhadir.