Khanduri Ie Bu Peudah Berlangsung di Tiga Gampong

Bueng Bakjok, Bueng Sidom dan Lampoh Keude

183

Satu lagi, sajian khas Aceh ie bu peudah kembali diangkat menjadi sebuah gelaran khanduri di bulan Ramadhan ini. Kuliner Aceh menjadi sajian spesial hidangan berbuka puasa yang sudah ada sejak masa silam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Bidang Sejarah dan Nilai Budaya untuk kali perdana menggelar ‘Khanduri Ie Bu Peudah’ pada momen bulan puasa ini, mengingat tradisi yang telah ada di era kesultanan Aceh tersebut masih menjadi khanduri turun temurun yang ada di beberapa daerah di Aceh, khususnya di Aceh Besar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin yang juga hadir dalam khanduri ini, menyebutkan, bagi masyarakat Aceh Besar, ie bu peudah selain sebagai hidangan pembuka, bubur ini juga menjadi obat.

“Dalam resep ie bu peudah ini ada 44 macam jenis rempah dan daun yang dicampur, makanan ini juga diyakini menjadi obat kembung dan baik bagi kesehatan pencernaan,” jelasnya Rabu (5/5/2021).

ie bu peudahKhanduri ini, kata Jamaluddin, diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional Aceh sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada gampong Bueng Bakjok yang setiap bulan Ramadhan selalu menjalankan tradisi khanduri ie bu peudah sekaligus menjadi ajang silaturrahmi sesama warga.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Evi Mayasari, menambahkan, khanduri ie bu peudah ini digelar 5-8 Mei 2021 di tiga gampong di Aceh Besar.

“Khanduri ini selain di gampong Bueng Bakjok, ada dua lokasi lainnya juga yang akan menggelarnya di gampong Bueng Sidom dan gampong Lampoh Keude. Serta sejumlah rangkaian lainnya seperti diskusi ie bu peudah terkait sejarah dan tradisi, pembagian ie bu peudah kepada masyarakat umum dan panti-panti asuhan di Kota Banda Aceh,” pungkas Evi.

ie bu peudah