Kadisbudpar Aceh Kunjungi Makam Pocut Meurah Intan

Terkait Tindaklanjut Penataan Makam Sang Pahlawan

49

Delegasi dari Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama Badan Penghubung Pemerintah Aceh melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Jawa Tengah dalam rangka tindak lanjut amanah Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama dengan Bupati Blora terkait penataan Makam Pahlawan Pocut Meurah Intan.

Ketua tim delegasi dalam hal ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin disambut hangat langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinung N. Rachmadi di ruang rapat setempat, Kamis, 2 Desember 2021.

Dalam pertemuan tersebut yang juga turut dihadiri oleh Anggota Komisi III dan IV DPR Aceh, membahas bagaimana kedepannya penataan makam pahlawan Aceh yang akan menjadi sebuah kerja sama dua provinsi dalam melestarikan sejarah.

“Delegasi dari Aceh disambut hangat oleh Pemerintah Jateng yang diwakili oleh Kadisporapar Jateng, dan kami sangat antusias saat membahas terkait bagaimana sejarah pahlawan Aceh yang kini pusaranya berada di Blora,” jelas Jamaluddin.

Selain penataan, sebut Jamaladdin, kerja sama ini juga membicarakan soal pembangunan dan pemugaran makam Pocut Meurah Intan, dimana secara anggaran akan dibantu oleh Pemerintah Aceh.

Akhir dari pertemuan dua Kadis ini, tidak lupa juga untuk saling memberikan cinderamata sebagai kenangan dan jalinan silaturrahmi yang ada diantara dua provinsi.

Ramah Tamah Bupati Blora

Usai pertemuan kedua Kadis Pariwisata, pada malamnya tim delegasi Aceh beserta rombongan langsung langsung diterima oleh Pemerintah Kabupaten Blora dalam kegiatan ramah tamah yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Arief Rohman.

Arief Roham menyambut baik kedatangan rombongan dari Aceh tersebut yang sekaligus bersilaturahim dengan Kabupaten Blora.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan selamat datang kepada tamu istimewa kita dari Aceh, ini adalah bentuk silaturahim kita sebagai saudara,” ucapnya.

Kedatangan rombongan tersebut, berkaitan dengan tindaklanjut dari Pemerintah Aceh atas surat dari Bupati Blora terkait keberadaan Makam Pocut Meurah Intan di Blora.

“Beberapa waktu lalu kami pernah bersurat kepada Pak Gubernur Aceh lewat badan penghubung tentang keberadaan makam Pocut Meurah Intan yang ada di Blora ini. Kami ingin, kita bersama-sama memuliakan makam Pocut Meurah Intan ini karena beliau adalah salah satu pahlawan yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan ini, beliau ketika itu berjuang di Aceh dan diasingkan di Blora ini dan juga meninggal di Blora,” sambungnya.

Disampaikannya, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Tengah juga hadir di Blora, di Makam Pocut Meurah Intan beberapa waktu lalu dalam rangka hari pahlawan.

“Pak Ganjar juga berkomunikasi dengan Gubernur Aceh bagaimana makam Pocut Meurah Intan ini bisa dimuliakan, dibangun, soal teknisnya kita mungkin akan membentuk tim antara Pemkab Blora tentunya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Aceh,” jelasnya.

Dikatakannya, termasuk dibentuknya tim terkait dengan usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Pocut Meurah Intan. Pemkab Blora juga akan tersus berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh.

Kunjungan ke Pusara Pocut Meurah Intan

Pada hari kedua, Jumat, 3 Desember 2021, tim delegasi bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten Blora juga menggelar ziarah ke makam Pocut Meurah Intan yang turut dihadiri pula oleh masyarakat setempat.

Dalam ziarah tersebut, Jamaluddin juga menjelaskan, setelah kunjungan kerja dua hari ini akan segera membahas dengan Pemerintah Aceh untuk membentuk panitia terkait pembangunan makam Pocut Meurah Intan.

“Ini menjadi sebuah tindaklanjut dari hubungan saudara antara Pemerintah Aceh dan Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Blora, maka dari itu akan kita buatkan SK untuk panitia pembangunan dan pemugaran makam Pocut Meurah Intan,” sebutnya.

Lebih lanjut, kata Jamaluddin, Pemerintah Aceh sendiri juga akan memasukkan anggaran pembangunan makam ini pada tahun 2022, sementara dari Pemerintah Kabupaten Blog juga akan menyiapkan dana untuk pembangun fisik.

Usai ziarah ke makam Pocut Meurah Intan, tim delegasi Aceh beserta rombongan juga menyempat diri berziarah ke makam Panglima Mahmud.

“Panglima Mahmud adalah pengawal dari Pocut Meurah Intan yang juga bersamaan di buang ke Blora oleh Belanda. Ia menikah dengan orang Blora dan memiliki delapa orang anak dan meninggal pada tahun 1955,” sebut Jamaluddin.

Menurut cucu Panglima Mahmud, tambah Jamaluddin, selama pengasingan di Blora, Pocut Meurah Intan sering diajak berdiskusi dengan masyarakat Blora dan tak luput pula, Pocut juga melakukan pengajian di wilayah tersebut hingga akhir hayat.