Film Dokumenter Karya Sutradara Aceh Raih Piala Citra FFI 2021

73

Sebuah film dokumenter besutan sutradara asal Aceh Davi Adullah yang berjudul “Three Faces In The Land of Sharia” meraih anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 di Jakarta Convention Center, Rabu 10 November 2021.

Film yang masuk kategori film dokumenter pendek terbaik ini menceritakan tentang kondisi sosial masyarakat di daerah syariah yang diproduksi dengan waktu yang begitu panjang dan penuh dengan tantangan.

“Tidak mudah untuk membuat film yang bagus. Butuh perjuangan yang besar, banyak energi dan waktu serta konsisten tim yang harus kuat,” jelas Davi.

Produksi film yang dilakukan secara independen tersebut butuh waktu sekitar tiga tahun lamanya.

“Lumayan lama buat film tersebut, dan membutuhkan biaya yang besar juga,” kata Director of Photografi Fadil Batubara.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya merasa bangga, bahwa di masa pandemi industri film Indonesia meraih banyak prestasi gemilang di dunia film internasional, mengungguli negara-negara lain di Asia Tenggara.

Jokowi terkesan dengan kejelian para sineas Indonesia dalam mengambil cerita dari sudut pandang yang kadang tidak terpikirkan.

“Saya melihat memang bermacam-macam arah sudut cerita yang diambil seperti tadi baik mengenai syariah yang ada di Aceh, kemudian juga ada tadi mengenai perempuan, wanita-wanita yang ada di penjara yang melahirkan anak, tadi apa judulnya “Invisible Hopes” dan yang lain-lainnya yang menurut saya sudut-sudut yang diambil yang kadang-kadang kita tidak mempunyai pikiran ke arah itu,” jelas Jokowi.

Jokowi menyebutkan, bahwa sudut cerita yang diambil tersebut bisa menjadi sebuah pandangan yang tajam, yang diwujudkan dalam sebuah film yang sangat apik.

Ketua Komite Festival Film Indonesia, Reza Rahadian, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Usmar Ismail.

Reza juga menegaskan bahwa tantangan yang disebabkan pandemi Covid-19 bukanlah satu halangan untuk menciptakan mahakarya luar biasa bagi dunia perfilman Tanah Air.

“Dalam perubahan yang terjadi, insan perfilman Indonesia tetap berjuang untuk berkarya, serta tetap memberikan apresiasi tertinggi kepada insan perfilman Indonesia,” ujar Reza.

Film dokumenter dari Aceh ini lebih menekankan pada kritikan minoritas terhadap implementasi hukum syariat di Aceh. Film ini juga menyorot tentang pendapat minoritas terkait hukum cambuk dan hukum rajam bagi pelanggar Qanun Jinayah di Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin menyebutkan, penghargaan dari sineas muda ini telah menambah deretan prestasi bergengsi yang diraih oleh putra Aceh di tingkat nasional.

“Semoga ini juga menjadi pelopor untuk bangkitnya industri kreatif serta akan memacu generasi muda Aceh untuk berani berkarya yang akan mengharumkan nama Aceh di kancah perfilman Indonesia,” kata Jamaluddin.

Ditengah pandemi Covid-19 melanda, kata Jamaluddin banyak yang berdampak buruk pada seluruh sektor ekonoomi masyarakat.

Film dokumenter “Three Faces in The Land of Sharia” di sutradarai oleh Davi Abdullah, Produser Masridho Rambey, dan DOP Fadil Batubara serta sejumlah crew lainnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memperoleh penghargaan di FFI tahun 2021.

Turut hadir dalam acara FFI 2021 tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.