Festival Rentak Melayu Raya, Kuatkan Kota Langsa sebagai Tujuan Destinasi

66

Setelah sukses di tahun 2018 lalu, Kota Langsa kembali menjadi incaran wisatawan saat kembali menggelar Festival Rentak Melayu Raya 2019.

Kegiatan yang menyita perhatian ribuan penonton ini telah menguatkan Kota Langsa sebagai tujuan wisata bagi penikmat kesenian Melayu serumpun.

Langsa sendiri yang merupakan kota pemekaran Aceh Timur ini menjadi lokasi strategis pertemuan tiga perkauman etnis, mulai dari suku Aceh, Gayo, dan Melayu.

Sempat diguyur hujan lebat, pembukaan Festival Rentak Melayu Raya yang berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Langsa tidak menyurutkan minat pengunjung yang hadir.

Wali Kota Langsa Usman Abdullah saat membuka kegiatan tersebut, Sabtu (13/07/2019) malam mengucapkan terima kasih kepada peserta dan tim seni yang telah ikut meramaikan festival tersebut serta atas kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Selamat datang dan terima kasih kepada tim kesenian dari luar Kota Langsa yang telah berkenan hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini serta Disbudpar Aceh yang terus mendukung atas kesuksesan Festival Rentak Melayu Raya 2019,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin mengatakan, festival yang digelar atas inisiatif penggiat seni budaya Kota Langsa tersebut sangat bagus untuk melestarikan nilai seni Melayu.

“Festival Rentak Melayu Raya sangat menarik, salah satunya bisa ikut andil untuk melestarikan nilai-nilai seni budaya melayu,” ujarnya.

Suku Melayu, tambah Jamal, adalah sebuah kelompok etnis dan orang-orang Austronesia. Sejarah nama “melayu” berasal dari kerajaan Malaysia yang pernah ada di kawasan Sungai Batang Hari.

“Event ini memperkenalkan beberapa lokasi potensial sebagai daerah yang memiliki pesona alam di Kota Langsa,“ imbuh Jamaludin.