Dubes Arab: Sabang Sangat Cocok untuk Pengembangan Wisata Syari’ah

258

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE Mustafa Ibrahim Al Mubarak, mengungkapkan, Sabang sangat layak dikembangkan pariwisata Syari’ah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mustafa Ibrahim setelah selama dua hari menikmati keindahan alam daerah kepulauan yang memiliki luas 153 ribu kilometer persegi itu.

“Tempat kami menginap, meskipun pemiliknya bukan orang Islam, namun mereka terlihat sangat menghormati aturan Islam dengan tidak menyediakan minuman beralkohol. Ini akan menjadi kredit tersendiri bagi Aceh dan Sabang,” ujar Mustafa Ibrahim.

Mustafa mengungkapkan, selama ini, investor Arab Saudi kurang tertarik berinvestasi di bidang pariwisata karena yang lazim terjadi di setiap lokasi pariwisata adalah pelanggaran Syari’at Islam, terutama tersedianya minuman beralkohol seperti yang ada di luar Aceh.

“Saya dan rombongan benar-benar merasa nyaman, seperti benar-benar berada di Serambinya Mekah. Saya sangat menikmati keramahtamahan masyarakat Aceh dan yang terpenting, tidak ada minuman beralkohol,” lanjut Mustafa.

Selama di Aceh, Mustafa Ibrahim didampingi oleh Turki Alwaily, Konsul Jenderal Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, Mohammed Ad Dausary, Kepala Urusan Islam Kedubes Arab Saudi serta dua orang Staff Kedubesan, yaitu Issom Bobsaid dan Ustadz Ahmad Jamaluddin.

Sabang Bisa Lebih Maju dari Bali

Mustafa juga mengungkapkan, dirinya tidak menyangka bahwa Sabang memiliki pemandangan yang begitu luar biasa.

“Saya yakin, jika di kelola dengan baik, Sabang akan lebih maju dari Bali. Bahkan karena begitu amannya Kota Sabang, kami sempat bercanda dengan Ibu Kapolres Sabang untuk membawa para pelaku kriminal di daerah lain di Aceh untuk di bina di Sabang,” ujar Mustafa.

Mustafa berjanji akan mempromosikan pariwisata Sabang kepada masyarakat Arab Saudi. Selain itu, dirinya juga berjanji akan mempromosikan Sabang kepada sejumlah investor dari Kerajaan Arab Saudi.

“Saya akan sarankan sejumlah investor Arab untuk berinvestasi di Sabang,” janji Mustafa Ibrahim.