Disbudpar Aceh Gelar Pelatihan Pemandu Arung Jeram di Bener Meriah

92

Spot arung jeram atau rafting di Aceh semakin bermunculan, ketersediaan pemandu untuk olahraga ini juga semakin dibutuhkan oleh wisatawan.

Dalam hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar pelatihan pemandu arung jeram di Sungai Tembolon, Bener Meriah, 29-31 Juli 2021 lalu yang melibatkan puluhan peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Irmansyah, menyebutkan, wilayah tengah khususnya Kabupaten Bener Meriah sekitarnya memiliki potensi yang cukup menjanjikan pada sektor destinasi minat khusus, arung jeram.

Spot arung jeram atau rafting di Aceh semakin bermunculan, ketersedian pemandu untuk olahraga ini juga semakin dibutuhkan oleh wisatawan.

“Kita berterima kasih kepada Disbudpar Aceh yang telah turut hadir ke Bener Meriah untuk melihat peluang tersebut dan memberikan pelatihan kepada sejumlah peserta yang hadir sebanyak 27 orang ini,” pungkas Irmansyah di Aula Hotel Rembele, Bener Meriah, Kamis, 29 Juli 2021.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh, Safaruddin yang juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa, perlu untuk membenahi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka pengembangan pemandu wisata arung jeram di Kabupaten Bener Meriah.

“Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap sebuah aktifitas yang memadukan unsur petualangan, edukasi, olahraga, dan rekreasi, telah menjawab akan besarnya minat para wisatawan terhadap olah raga minat khusus ini,” pungkas Safaruddin.

Spot arung jeram atau rafting di Aceh semakin bermunculan, ketersedian pemandu untuk olahraga ini juga semakin dibutuhkan oleh wisatawan. Pelatihan pemandu arung jeram di Aceh, tambah Safaruddin, masih terbilang sangat minim. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pemandu arung jeram yang telah bersertifikasi masih sangat sedikit.

“Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan menaruh perhatian khusus pada sektor pariwisata. Hal ini didukung pula dengan banyaknya pilihan destinasi dan atraksi wisata yang ada di Aceh. Potensi ini tentu saja harus bisa kita manfaatkan dengan baik. Salah satu bentuk dari pemanfaatan potensi tersebut adalah dengan peningkatan SDM melalui pelatihan bagi para pemandu arung jeram yang ada,” sebutnya.

Pelatihan pemandu arung jeram (rafting), sebut Safaruddin harus berkesinambungan, agar dampak yang ditimbulkan dapat dikontrol dan terus bisa diawasi.

“Kami sangat berharap pelatihan ini dapat menghasilkan sebuah pemahaman baru. Melalui pelatihan ini pula, kami berharap akan menghasilkan pemandu arung jeram yang profesional,” harap Safaruddin.

 

Peserta di swab sebelum mengikuti kegiatan pelatihan