Disbudpar Aceh Buka Ruang Kreatif Lewat Kegiatan Apresiasi Seni Animasi

73

Film animasi terus berkembang seiring perkembangan teknologi. Tak kalah dengan daerah lain, Aceh menjadi salah satu daerah yang mampu menyumbang prestasi di dunia perfilman.

Untuk menumbuhkan semangat seni khususnya dunia animasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus membuka ruang kreatif, salah satunya lewat melaksanakan kegiatan Apresiasi Seni Animasi Aceh yang akan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 11-12 Desember 2021 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Sedikitnya akan di ikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Aceh. Malam Apresiasi Seni Animasi Aceh akan di kemas kedalam beberapa agenda, seperti diskusi dengan menghadirkan tiga narasumber kunci, yakni Juwita ST, M.Kom, Dosen Informatika FMIPA-USK, Masridho Rambe, Produser Film Animasi Si Neng & Si Gam serta Peraih Piala Citra FFI 2021 Kategori Film Dokumenter Terbaik dan Angelia Panjaitan, Pembuat Animasi-Motion Graphic 2D yang juga Mahasiswa Magister Film Animasi.

Selain itu juga akan ada agenda pembentukan forum silahturrahmi para animator Aceh, malam penyerahan anugerah untuk para animator serta Deklarasi Forum Animator Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin menjelaskan bahwa, Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena bisa memberi ruang kepada generasi muda dalam berkarya, meskipun selama ini belum ada wadah khusus untuk para animator Aceh, maka dengan kegiatan seperti ini bisa menjadi tempat berhimpun anak muda Aceh dan berkontribusi untuk mempromosi Aceh dengan film animasi.

“Pemerintah Aceh tentunya sangat mendukung kegiatan Apresiasi Seni Animasi Aceh, karena dengan seperti ini, film-film animasi bisa lebih berkembang lagi dan melahirkan ide ide kreatif, sehingga kegiatan ini bisa berdampak langsung bagi pembangunan Aceh kedepan,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin juga berharap kegiatan tersebut bisa menjadi tempat silahturrahmi animator Aceh serta menjadi peluang dalam mendorong proses percepatan promosi wisata serta publikasi seni, tradisi serta budaya Aceh.

Ketua Panitia pelaksan Apresiasi Seni Animasi Aceh, Ambia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjadikan sebuah wadah bagi Animator milenial.

“Dengan harapan para animator milenial ini mampu menginformasikan kepada masyarakat umum tentang budaya dan wisata yang ada di Aceh,” jelas Ambia.

Meskipun dunia animasi saat ini sudah dikenal luas, namun di Aceh belum ada wadah sebagai tempat mengembangkan ilmu, shering ide dan informasi, serta kolaborasi para animator Aceh, sehingga dengan kegiatan ini, semua animator yang ada di Aceh bisa terhimpun dan bisa saling mendukung.