Ketertarikan Dhina dengan Aceh, Membuahkan Hasil di Ajang Nasional

Bulan Juni lalu menjadi momen terindah bagi Dhina, mahasiswi kelahiran Jakarta yang saat ini masih menempuh bangku kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.

Terlahir dan besar bukan di Aceh tidak membuat mahasiswi bernama lengkap Dwi Indah Ramadhina Harigung ini patah semangat untuk mengikuti ajang Putera Puteri Pesona Pariwisata Indonesia 2021 yang digelar beberapa waktu lalu.

Kisah Dhina pun dimulai, ia memberanikan diri untuk mendaftar menjadi peserta di ajang tersebut dan oleh panitia, setiap peserta yang mendaftar harus memilih untuk mewakili daerah di Indonesia.

“Saat diminta untuk memilih mewakili daerah mana, saya memilih Aceh. Alasan saya pun sederhana, mengingat Aceh dikenal dengan Serambi Mekkah, pastinya memiliki perbedaan dengan daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia terlebih dengan adanya pemberlakuan Syariat Islam,” sebut mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.

Usai memilih untuk mewakili Aceh, Dhina pun memasuki tahap berikutnya, yakni seleksi administrasi dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh penyelenggara, seperti melampirkan foto dan video dengan menggunakan baju adat Aceh serta interview.

“Alhamdulillah, Dhina pun dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya setelah diumumkan pengumuman secara daring. Dan secara resmi Dhina mewaliki Provinsi Aceh dan masuk menjadi finalis,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Setelah dinyatakan lolos dan masuk menjadi finalis, semua peserta, kata Dhina juga diwajibkan mengikuti karantina pada tanggal 16-17 Juni 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat selama 2 hari 1 malam di Villa Bukit Hambalang Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Saat karantina, kami diwajibkan membawa beberapa kostum, mulai dari batik, baju putih, kostum unjuk kabisa, semi formal merah, semi formal hitam, dan beberapa konstum lainnya. Jam 7 pagi pada hari pertama kita sudah registrasi finalis sampai dengan ikut tes tertulis mengenai kepariwisataan Indonesia,” ujar gadis kelahiran 28 November ini.

Sejumlah agenda selama karantina memang sangat padat, kata Dhina, setelah bakat langsung kabisa, unjuk kabisa bertujuan untuk mengetahui talenta apa yang dimilki oleh para finalis. Pada saat unjuk kabisa berlangsung banyak para peserta yang menampilkan seni tari dari khas daerahnya masing-masing, bernyanyi, musikalisasi puisi, monolog dan talenta lainnya.

“Saat itu saya menampilkan yang sedikit berbeda, yaitu berpidato dalam Bahasa Inggris mengenai keterkaitan antara pariwisata di Indonesia saat ini dengan adanya pandemi Covid-19. Setelah itu masuk ke tahap interview, lalu di lanjutkan dengan gladi resik untuk malam Grand Final dan setelah gladi resik selesai, seluruh peserta di rias (makeup) oleh MUA yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara untuk menyambut malam Grand Final,” jelas Dhina.

Pada malam penobatan grand final juga menampilkan beberapa tarian opening yang dilanjutkan dengan pengenalan setiap finalis beserta catwalk. Hingga pegumuman pemenang sebagai Putera Puteri Pesona Pariwisata Indonesia 2021.

“Alhamdulillah nama saya di panggil sebagai second Runner Up Puteri Pesona Pariwisata Indonesia 2021 dan saya diberikan kepercayaan untuk mengenalkan kepariwisataan dan kebudayaan. Tidak hanya kepariwisataan dan budaya Aceh tetapi menyeluruh kepada seluruh nusantara dan tentunya menjalankan program, baik kunjungan ataupun program kerjasama lainnya mengenai budaya dan kepariwisataan Indonesia,” tutup Dhina.

Selamat dan sukses Dhina!

Cahaya AcehDisbudpar AcehDwi Indah Ramahdina HarigungPutera Puteri Pesona Pariwisata AcehPutera Puteri Pesona Pariwisata Aceh 2021syariat islam