Agam Risky dan Inong Hudiya Harumkan Aceh di Kancah Nasional

78

Dua pemuda dan pemudi dari Serambi Mekkah kembali membawa harum nama Aceh dikancah nasional di Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021 yang berlangsung Sabtu (20/03/2021) malam secara daring lewat Zoom dan kanal Youtube Eljhon TV.

Kegiatan tahunan dari Yayasan El John Pageants Indonesia dilaksanakan secara daring mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Peserta dari seluruh provinsi yang mengikuti ajang ini pun mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, seperti seleksi dan malam penobatan dari dari kediamannya masing-masing yang dimulai dengan penampilan video profil para finalis dengan menggunakan kostum daerah asal masing-masing.

Kemudian ditampilkan video peserta yang mempromosikan destinasi wisata daerah masing-masing. Lalu dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021.

Pembawa acara memulainya dengan Pengumuman dari 10 Besar, Runner Up 4, Runner Up 3, Runner Up 2, Runner Up 1. Dan terakhir sebagai klimaksnya menyebutkan pemenang Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021.

Kolom komentar Youtube Eljhon TV, khususnya pendukung finalis dari Aceh, pun banjir pujian dan sorak gembira ketika pembawa acara menyebutkan Hudiya, putri asli Kabupaten Aceh Barat Daya. Dirinya dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Nusantara Museum 2021.

Senyum bahagia langsung terpancar dari Hudiya yang saat itu terlihat dari layar monitor tampil cantik menggunakan Gaun dan dirias oleh Chuwadee Make Up.

Tidak berhenti sampai disitu saja, kolom komentar kembali riuh saat nama Aceh bergema kedua kalinya saat Risky terpilih sebagai Putra Favorit Media Sosial 2021 masuk dalam top 5 Putra Pariwisata Nusantara 2021.

Sebelumnya, para finalis yang lolos 5 besar diharuskan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan dalam waktu yang ditentukan pula.

Pada gilirannya, Risky mendapat pertanyaan tentang melestarikan kekayaan budaya di Indonesia. Dengan tenang dan yakin, Risky menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagai generasi millenial, tak lupa dia juga menyinggung pemanfaatan media digital, media sosial, dan cetak sebagai upaya mempromosikan dan memviralkan kekayaan warisan budaya di Indonesia dengan menggaungkan tagar #TheLightofAceh #WonderfulIndonesia

“Dengan adanya media sosial, para millenial dapat mempromosikan kekayaan budayanya di daerah masing-masing. Yaitu dengan cara memposting foto, video, membuat artikel dan kontek menarik,” ujarnya singkat.

Jawaban pemuda ganteng kelahiran Aceh Barat itu pun mendapat sambutan emotikon tepuk tangan yang banyak dari penonton yang menyaksikan di Youtube.

Risky Abdullah Absa akhirnya sukses meraih Juara 3 dalam ajang yang diikuti oleh putra-putri terbaik Nusantara ini. Rasa lega, bahagia, dan haru, tak mampu disembunyikan oleh putra yang kuliah di Universitas Teuku Umar Meulaboh ini. Pun para pendukung Risky dan Hudiya yang tidak henti menyebutkan nama Aceh ketika Risky mendapat predikat baru yang disandangkan.

Ketua Syarikat Agam Inong (SAIN) Aceh, Rais Mukhayar, yang mendampingi langsung Risky dan Hudiya selama proses karantina Online sangat bersyukur atas apa yang diraih tim Aceh di ajang ini.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT dan kerja keras selama ini, Risky dan Hudiya berhasil meraih hasil yang sangat luar biasa,” ucapnya bahagia.