Aceh Masuk dalam Paket Pesona Lebaran 2016

188

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengingatkan dalam menyambut liburan hari raya Lebaran 2016 atau Idul Fitri 1437 Hijriah, yang waktunya bersamaan dengan musim liburan sekolah pada Juni-Juli tahun ini, masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk liburan bersama keluarga.

“Pesona Lebaran 2016 dapat dimanfaatkan sebagai liburan keluarga agar lebih berkualitas,” kata Menpar Arief Yahya dalam dialog dan silaturahmi dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) di acara buka puasa bersama di Hotel Novotel Gajahmada Jakarta, Senin (27/10/2016).

Untuk memanfaatkan momentum liburan hari raya Lebaran 2016 menjadi liburan keluarga yang berkualitas, Kemenpar membuat panduan paket Pesona Lebaran 2016 di kota-kota di Jawa dan di luar Jawa-Bali.

Masyarakat ketika berlibur ke destinasi dapat memanfaatkan secara maksimal dengan mengunjungi destinasi unggulan antara lain berupa; obyek sejarah, budaya, taman hiburan, maupun kuliner yang ada di daerah tersebut
Menpar Arief Yahya menjelaskan, dalam Pesona Lebaran 2016 ada 21 destinasi yang masing-masing memiliki 10 destinasi unggulan atau paling populer yang wajib dikunjungi.

“Kalau kita mengunjungi suatu daerah, sebaiknya 1 sampai 10 titik sebagai Pesona Lebaran 2016 ini jangan sampai dilewatkan,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya memberikan contoh, kalau ingin Lebaran di Aceh ada 10 top destinasi yang wajib dikunjungi yaitu; Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Museum Tsunami Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, PLTD Apung Banda Aceh, Pantai Lampuuk Aceh Besar, Danau Lut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo, dan Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara.

Begitu pula kalau Lebaran di Surabaya, Jawa Timur jangan lewatkan mengunjungi 7 destinasi unggulan antara lain House of Sampoerna, Kampung Arab Sunan Ampel, Jembatan Suramadu, mencicipi 7 kuliner antara lain; rawon, rujak cingur, tahu campur, serta 7 simbol Kota Pahlawan antara lain; tugu pahlawan, museum WR. Soepratman, Monumen Jalesveva Jayamahe).

Rumus Pengembangan Destinasi

Arief Yahya mengatakan, dalam mengembangkan destinasi wisata menggunakan rumus 3A (Atraksi, Akses, dan Amenitas). Tiga A ini digunakan sebagai standar untuk mengukur seberapa besar kemajuan destinai wisata di masing-masing daerah.

Atraksi berupa alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade); aksesibilitas berupa darat, laut dan udara; dan amenitas burapa prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata.

Sebagai contoh Aceh memili atraksi yang menarik dan punyabanyak keunggulan, baik alam, bahari, maupun kuliner.

“Tinggalakses dan amenitas yang harusterus didorong berkembang. Tetapiatraksi yang hebat, sudah menjadi modal yang kuat untuk memajukanpariwisata,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, Aceh tergolong aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Aceh juga rajin menggelar banyak even yang memperkuat pamor daerah.

“Kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism,” kata Arief Yahya.

Langkah yang dilakukan Aceh, menurut Arief Yahya, diharapkan dapat diikuti daerah lain agar destinasi unggulan mereka lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan, utama pada saat musim liburan hari raya (Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru) serta musim liburan sekolah yang mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) serta mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tahun ini mentargetkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus di Tanah Air.

Paket Pesona Lebaran 2016 antara lain; Aceh, Banten, Bintan, Cipanas, Cirebon, Geopark Ciletuh, Jakarta, Jatim, Jepara, Jogya, Kudus, Labuhan Bajo, Solo, Sukabumi, Sumbar, Surabaya, Tasik, Tegal, Semarang, Bogor, dan Pekalongan.

Sumber dan foto: Kemenpar