Aceh International Percussion Diikuti 2 Utusan Negara dan 5 Provinsi

248

Aceh International Percussion (AIP) diselenggarakan di Stadion Cot Gapu, Bireuen, pada 12-15 Oktober 2019. Acara ini dijadwalkan dibuka oleh Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Kabid Seni dan Bahasa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Suburhan, menjelaskan, kegiatan ini merupakan ajang atraksi seni perkusi yang mengundang Negara dan provinsi luar. Menurut dia, hingga saat ini, India dan China telah memastikan tampil pada pageralaran tersebut.

“Dari konfirmasi yang kami terima, India akan menampilkan perkusi khasnya menyerupai gendang bersama alat petik lain. Sedangkan China, akan menampilkan Barongsai,” ujar Suburhan.

Selain itu, terdapat enam provinsi lainnya yang ikut ambil bagian. Kelima provinsi dimaksud yakni Papua, Makassar, Riau, Bengkulu, dan Sumatera Utara. Kata dia, seluruh tim perkusi utusan provinsi, akan menampilkan sajian perkusi terbaik dari daerahnya masing-masing, seperti Gondang Sembilan dan sebagainya.

“Kami harapkan, sajian-sajian yang ditampilkan pada panggung Aceh International Percussion ini, bisa menghibur dan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Aceh,” ujar Suburhan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, mengharapkan dengan terselenggaranya event ini, bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Aceh.

Tujuannya, untuk mempromosikan Aceh khususnya kepada dunia.

“Selain itu, dari segi ekonomi, kami harapkan agar bisa menciptakan peluang bisnis melalui interaksi langsung dengan pengunjung dan sesama peserta untuk menggali prospek kerjasama serta kemitraan bisnis perkusi dan seni,” pintanya.

Kata dia, alasan mendasar Disbudpar Aceh menggelar event ini, sebagai wadah silaturahmi dan sarana interaksi sosial religius. Selain itu, mengapresiasikan kesenian, khususnya perkusi modern dan tradisional Aceh.

Dan, yang paling penting, membangun manusia yang berkarakter dan mempunyai gaya hidup sehat, cerdas, kreatif, berperilaku santun, solid, serta ramah lingkungan sosial.

Jalamuddin mengatakan, ada empat rangkaian program yang akan digelar pada Aceh International Percussion ini. Program dimaksud berupa International and Nusantara Percussion Art Performance, Appreciation of Arts & Urban Stage, Percussion Art Carnival, Workshop Pembuatan Rapai, Bazar Wisata and Kuliner.

Sasaran dilaksanakan program ini agar memantik antusias masyarakat Aceh menggalakkan kembali seni dan budaya daerah.

Selain itu, Memicu semangat kawula muda dan masyarakat umum lebih mengenal serta belajar mengenai kesenian music tradisional, yang berhubungan dengan perkusi modern atau tradisional

“Sasaran lainnya yakni menyuguhkan penampilan kolaborasi perkusi modern dan tradisional mengandalkan gemuruhnya suara perkusi serta menggali minat, potensi, dan kreativitas pecinta music perkusi Aceh. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Jamaluddin.