Aceh Culinary Festival 2022 Dibuka, Aceh Siap jadi Kiblat Kuliner Nusantara

206

Pembukaan Aceh Culinary Festival 2022 (ACF22) berlangsung meriah dan lancar, yang dilangsungkan di Komplek Taman Sultanah Safiatuddin Kota Banda Aceh, Jumat, 5 Agustus 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal mengatakan, ACF22 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014 silam, bertujuan untuk reservasi kuliner tradisional Aceh.

Keragaman kuliner di ACF22 sekaligus turut berkontribusi meningkatkan kesiapan para pelaku industri kuliner sehingga dapat mendorong Aceh masuk kedalam destinasi wisata kuliner unggulan Indonesia.

“Tahun kelima pelaksanaan ACF 2018-2022 berhasil masuk jajaran Top 100 Event Wonderful Indonesia, tahun 2021 berhasil masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) kategori even terbaik berbasis adaptasi dan inovasi,” jelas Almuniza dalam laporannya.

Tahun ini, tambah Almuniza, ACF22 terus berkembang dengan mengundang provinsi yang ada dinusantara, berkolaborasi dengan Bank Indonesia perwakilan Aceh dan bersanding dengan Festival Ekonomi Syariah.

“Kehadiran UMKM se-Sumatera diharapkan akan berdampak baik pada promosi kuliner Aceh, pengunjung dan food traveler bisa menikmati kuliner 23 kabupaten/kota di paviliun,” jelas Almuniza.

Ada 100 kuliner khas berbagai provinsi nusantara dan urban, UMKM non tradisi juga ikut andil serta sebanyak 700 menu kuliner juga akan hadir di ACF selama tiga hari.

Kuliner Penyumbang Terbesar Produk Domestik Bruto

Direktur Event Daerah Kemenparekraf Reza Fahlevi, menyampaikan, masuknya ACF22 dalam top 10 KEN juga akan membantu membangkitkan perekonomian Aceh.

“ACF22 akan membantu membangkitkan perekonomian, sehingga Aceh harus melaksanakan beragam event. Tentu akan berdampak besar bagi UMKM dikarenakan adanya nilai ekonomi dan transaksi,” sebut Reza.

Ekonomi kreatif di Indonesia, sebut Reza, didominan oleh kuliner, fesyen dan kriya. Kuliner menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDP), Aceh sangat tepat mengangkat kuliner sebagai ekonomi kreatif.

“Kemenparekraf menargetkan Aceh mampu dijadikan sebagai kiblat kuliner nusantara, pastinya dengan dukungan dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh,” harap Reza.

Event yang digagas dengan konsep go green juga dinilai sangat bermanfaat, sehingga bisa meminimalisir sampah plastik, dan para pengunjung juga dihimbau membawa tumbler, launch box, paper bag belanja, sehingga mendukung program BEREH (bersih, rapi, estetis, indah).