fbpx

Wisatawan Mancanegara yang Berlibur ke Aceh Terus Bertambah

62

Sejak Januari hingga Maret 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh meningkat sekitar 14,65 persen dengan total 9.808 orang.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Aceh jumlah wisatawan mancanegara yang berlibur ke Aceh lebih banyak dari tahun 2017. Apakah peningkatan kunjungan wisman dipengaruhi event Sail Sabang beberapa waktu lalu?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Wahyuddin di Banda Aceh, Kamis (4/5/2018), mengatakan provinsi bagian paling Utara di Sumatera ini memiliki banyak daya tarik bagi wisman.

“Tercatat 2017 secara kumulatif turis asing yang masuk melalui pintu kedatangan di Provinsi Aceh dari Januari-Maret cuma 8.555 orang, sedangkan periode yang sama di tahun ini berjumlah 9.808 jiwa,” katanya.

Masyarakat di Aceh yang ramah kepada para pendatang, kata dia, selain memang memiliki banyak tempat-tampat objek wisata alam, seperti pantai hingga Museum Tsunami menjadi daya tarik tersendiri.

Negara asal wisman, yakni Malaysia masih mendominasi tingkat kunjungan untuk berlibur selama beberapa hari di Aceh dalam tiga bulan terakhir di tahun 2018 tercatat 7.668 orang.

Diikuti turis berasal dari Negeri Paman Sam, yaitu Amerika Serikat berjumlah 307 jiwa, lalu Tiongkok 246 orang, Negara Ratu Elizabeth yakni Inggris 227 jiwa, dan Australia sejumlah 199 orang.

“Mereka ini (wisman), masuk ke Aceh dengan melewati pintu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tahun ini telah menetapkan “Top 5” pasar utama turis asing berdasarkan kriteria 3S, yakni size, sustainability, dan spending atau ukuran, keberlanjutan, dan pengeluaran.

Arief Yahya mengatakan, kelima tersebut diambil dari 14 pasar utama dan sebelumnya telah disasar Indonesia. “China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai ‘Top 5’ pasar utama wisman 2018,” ujarnya.

Menpar menargetkan peningkatan wisman yang datang ke Tanah Air mencapai 17 juta wisman dan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus).

“Jumlah itu, tentu akan terus meningkat di 2019 yakni menjadi 20 juta wisman dan 275 juta wisnus,” kata Menpar Arif.

Sementara itu, demi meningkatkan wisata kuliner di provinsi paling barat Indonesia itu, Pemkab Aceh Tengah mengirim delegasi dari daerah setempat untuk mengikuti International Cafe Show di Ho Chi Minh City, Vietnam.

“Delegasi ini terdiri dari jajaran pemerintah dan eksportir kopi. Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar juga akan ikut serta dalam kegiatan ini,” kata Kabag Humas Aceh Tengah, Mustafa Kamal dihubungi di Banda Aceh.

Ia menjelaskan Cafe show yang berlangsung hingga 5 Mei 2018 tersebut didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Ho Chi Minh City yang mengundang langsung Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

“Bupati akan tiba pada hari kedua Cafe Show dan beliau juga akan melakukan beberapa pertemuan bisnis yang difasilitasi KJRI Ho Chi Minh City,” katanya.

Ia menjelaskan delegasi Aceh Tengah juga akan mengunjungi wilayah perkebunan kopi arabika di Vietnam guna mengetahui proses budidaya dan pasca panen terhadap komoditas tersebut.

“Vietnam adalah produsen kopi terbesar kedua di dunia dan mampu mengolah satu hektare lahan hingga mencapai 1,5 ton per hektare, ini perlu dipelajari, dan pak bupati mau lihat langsung perkebunan kopi di Vietnam,” katanya.

Ia menambahkan ada dua perusahaan yang turut serta dalam delegasi Kabupaten Aceh Tengah tersebut yakni koperasi Arinagata dan PT Meukat Komuditi Gayo.