Wisata Halal Aceh Sangat Layak Dijual hingga Mancanegara

329

Kehadiran wisata halal yang digaungkan Pemerintah Aceh mendapat apresiasi dari Anggota DPR RI Komisi X. Kekaguman tersebut diungkapkan pada pertemuan Tim Kunjungan Kerja (Kunker) DPR RI Komisi X DPR RI dan rombongan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, baru-baru ini.

Anggota DPR RI Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan, Aceh memiliki banyak destinasi wisata alam dan kuliner yang menarik.

Ditambah lagi, ia melanjutkan, potensi keunikan dan kereligiusan yang dimiliki masyarakat Aceh, sehingga wisata Aceh sangat layak dijual kepada wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

“Yang harus dihilangkan adalah traumatik masa lalu, yang mana konflik-konflik yang terjadi yang memberikan citra yang buruk Aceh pada waktu dulu. Sekarang semuanya sudah berubah dan Aceh terus bangkit dengan wisata halalnya,” ujar legislator tersebut.

Selain wisata halal, Aceh juga mengenalkan potensi wisatanya dengan branding The Light of Aceh atau disebut juga Cahaya Aceh. Ini merupakan sebuah branding pariwisata yang saling terintegrasi seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.

The Light of Aceh merefleksikan semangat bagi seluruh masyarakat yang disatukan melalui Syariat Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin, sebagai cahaya benderang yang mengajak pada nilai-nilai kebaikan, kemakmuran, dan memberikan manfaat serta kebaikan bagi semua pihak.

Kunker dari Komisi X DPR RI ini turut didampingi oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi, Plt Disbudpar Aceh Amiruddin, Kabid Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh Muzakkir.

Selain melakukan pertemuan dengan Disbudpar Aceh, rombongan Komisi X DPR RI juga melakukan kunjungan ke beberapa lokasi lainnya seperti ke tempat pembuatan souvenir Minyeuk Pret, Museum Tsunami, hingga pertemuan lanjutan di Pendopo Gubernur Aceh.