fbpx

Terima Kasih Tim Halal Tourism Volunteer

211

Satu kata BANGGA, itulah yang terucap saat saya melihat foto-foto dukungan dan tentunya pertemuan malam terakhir voting halal yang dilakukan oleh teman-teman halal tourism volunteer pada Kamis (15/9/2016) malam di Keude Kupi Aceh (KKA) Banda Aceh.

Kebanggaan ini tentu bukan tanpa alasan dan pastinya juga bukan akhir dari semua perjuangan yang dilakukan oleh laskar digital (sebuah sebutan untuk mereka yang secara suka rela untuk mempositifkan Aceh dalam pariwisata).

Bukti cinta dan kebersamaan ini begitu terasa, menjadi bagian dari relawan untuk pariwisata, hadirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh juga menjadi sebuah terobosan bahwa pariwisata bukan lagi soal sebelah mata, kekurangan ini dan itu bukan alasan hanya mencari cemoohan dan isapan gosip atau pehtem saja.

terima-kasih-tim-halal-tourism-volunteer_disbudpar_aceh

Pariwisata Lokomotif Perekonomian

Saya begitu teringat dengan apa yang disampaikan oleh Rhenald Kasali dalam salah satu artikelnya menyebutkan, bahwa pariwisata Indonesia adalah bagian dari lokomotif perekonomian nasional.

Soal data dan fakta pariwisata terhadap perekonomian, tentunya guru besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia punya argumen yang kuat, dimana industri pariwisata kita di Indonesia sedang naik kelas.

“Kalau bicara kontribusinya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), selama tahun 2015 sumbangan pariwisata menjadi ke-3 terbesar atau senilai US$80 miliar. Peringkat pertama dan kedua masih ditempati oleh industri pertanian dan pertambangan,” sebutnya.

Bicara soal lokomotif, pendiri dari Rumah Perubahan ini juga menyebutkan bahwa disaat industri pariwisata terus tumbuh menjadi mesin penggerak, tentunya ia akan menarik gerbong-gerbong lainnya. Industri kuliner, properti, bisnis-bisnis skala UMKM dan masih banyak lainnya juga akan ikut serta tergerak.

Aceh Sebenarnya Lebih Luar Biasa

Ucapan terima kasih memang tidak cukup untuk kerelaan dan keikhlasan dari semua elemen yang telah mendukung Aceh di wisata halal (halal tourism) baik ditingkat nasional maupun nanti ketingkat internasional pada bulan November mendatang, walau pun masih banyak yang bertanya apa itu wisata halal dan kenapa Aceh harus ikut serta.

“We are all proud of you with all your sincere, energetic, crazy, elastic, mature and wonderful effort you made. Wish to see you soon and share the stories,” kutipan ini memang luar biasa, sehingga kami juga sempat menyebut tim PSP alias tim Pok SeumPom itu tidak ada kata cukup selain gila tapi waras.

Akhir kata, tetap semangat untuk Aceh yang sebenarnya. Seperti kata Koordinator GenPI Aceh, Makmur Dimila, bahwa Aceh ini harus dipromosikan oleh laskar digital karena masyarakat harus tahu bahwa Aceh itu banyak hal yang mesti diketahui masyarakat luar, selain tsunami, konflik, gempa dan lainnya.

Semoga adat dan budaya Aceh untuk maju di The World’s Best Halal Cultural Destination bisa menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk memberikan yang terbaik.

“Tentu ini semua belum berakhir, tidak ada kata puas dan bangga karena kita terus bekerja untuk membuktikan bahwa adat dan budaya “Peumulia Jamee Adat Geutanyoe” harus menjadi manifestasi Aceh sebagai destinasi wisata halal unggul yang aman, nyaman dan menarik,” inilah pesan yang termuat dalam akun Instagram @Disbudpar_Aceh.

terima-kasih-tim-halal-tourism-volunteer_disbudpar-aceh