Tari Likok Pulo Meriahkan Indonesia Culture Day di Turki

120

Kesenian Aceh kembali menjadi perhatian publik, kali ini giliran Organisasi Perkumpulan Pelajar Indonesia di Kayseri-Turki (PPI Kayseri) yang tampil memukau di kampus Erciyes University, Kayseri.

“Menjadi mahasiswa rantau di luar negeri tidak hanya memiliki kewajiban untuk lulus dengan hasil yang terbaik, disamping itu kita juga bisa menjadi duta budaya daerah di luar negeri untuk mengenalkan budaya kita sendiri,” hal ini diungkapkan Rizqan Maulana, Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Jurusan Kimia Analitik di Erciyes University, Kayseri-Turki.

Indonesia Culture Day (ICD) sendiri kata Rizqan merupakan agenda tahunan yang sudah digelar oleh PPI Kayseri.

“Sudah 5 tahun belakangan ini PPI Kayseri menjadikan rutini menggelar ICD di kampus Erciyes University dengan serangkaian acara budaya, pameran baju adat, makanan dan juga penampilan tarian-tarian daerah dan juga alat musik daerah,” ungkap Rizqan.

Kegiatan yang berlangsung 20 Februari tersebut berlangsung di Auditorium Erciyes University turut dihadiri Wakil Rektor Erciyes University, Ketua PPI Turki Darlis Aziz dan juga perwakilan dari KBRI Ankara.

Penampilan tarian Likok Pulo, kata Rizqan menjadi salah satu penampilan andalan selama 5 tahun terakhir dan paling dinantikan oleh masyarakat Turki dan juga mahasiswa asing dari negera lain.

“Sebagai anak daerah, dengan bangga bisa mempertahankan penampilan Likok Pulo bersama mahasiswa indonesia lainnya. Tak hanya Likok Pulo, tahun ini kami juga mengembangkan dan menampilkan Tarian Meusaree-saree di ICD ke 5 ini,” ungkapnya.

Selain penampilan Likok Pulo juga menampilkan stand pakaian, makanan, kreasi dan alat musik, dilanjutkan penampilan Tari Sajojo, Puisi, Tari Kecak, Tari Likok Pulo Penampilan Angklung, Silat, Fashion Show Baju Adat Daerah Indonesia, Tari Meusaree-saree dan ditutup dengan Maumere dan sesi foto-foto.

Menurut Rizqan, kedepan mahasiswa Aceh yang ada di kampus tersebut juga akan mengembangkan Tari Ranup Lampuan, Rapai Geleng dan tarian lainnya agar kedepan seni budaya Aceh bisa terus kita perkenalkan di negeri Ottoman.

“Harapan kami, momen dan even-even seperti ini bisa mendapatkan perhatian dan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait khususnya Pemerintah Aceh bidang sosial budaya dan pariwisata agar dapat dikembangkan lebih baik kedepannya,” harapnya.