Susun Ensiklopedi Kebudayaan Aceh, Disbudpar Gelar Diskusi Publik

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Bidang Sejarah dan Nilai Budaya menggelar diskusi publik yang menghadirkan sejumlah sejarawan, budayawan, seniman, praktisi kebudayaan dan akademisi serta perwakilan dari daerah dan dinas terkait dalam rangka menyusun Eksoklopedia Kebudayaan Aceh yang berlangsung di Sulthan Hotel Banda Aceh, Kamis (23/11/2017).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang diwakili Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya, Irmayani menyebutkan penyusunan Ensiklopedia Kebudayaan Aceh sudah lama digerakkan sejak awal tahun lalu.

“Kita sudah lama menganggarkan untuk adanya ensiklopedia ini, mengingat Aceh salah satu daerah yang punya keistimewaan dibidang budaya. Penyusunan ensiklopedi sudah di awali pada awal-awal tahun. Pada hari ini penulisan dan penyusunan sudah selesai,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam penyusunan ini, sebut Irma melibatkan banyak penulis, praktisi sejarahwan dan budayawan. “Diskusi publik diharapkan untuk menghimpun masukan dan saran dari bapak, ibu yang hadir agar kesempurnaan ensiklopedi ini dapat terwujud,” sebutnya.

Kehadiran ensiklopedia tersebut selain mengangkat soal budaya dalam keseharian masyarakat Aceh, juga dilengkapi dengan berbagai adat Aceh yang kesemuanya diperlukan dalam kehidupan sosial.

“Kita mau ensiklopedia ini menjadi bahan rujukan bagi bahan penelitian, khususnya bagi budayawan yang datang dari luar untuk ingin mengetahui kebudayaan Aceh,” tambah Irma.

Diskusi yang menghadirkan narasumber Dr. Sehat Ihsan Sadikin, Prof. Hasbi Amiruddin, MA dan Harun Ar-Rasyid terlihat begitu aktif dengan adanya masukan dan pertanyaan dari sejumlah peserta. Terlebih lagi, budaya juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

“Sekitar 60% wisatawan berkunjung ke sebuah daerah, yang menjadi daya tariknya adalah budayanya. Contoh Bali, mereka mempertahankan atraksi budaya yang bisa di tonton oleh wisatawan,” paparnya.

Penulisan Ensiklopedi Kebudayaan Aceh yang melibatkan 20 orang penulis tersebut terus mengalam penyempurnaan dan nanti hasil penulisan tersebut menjadi dokumen kebanggaan masyarakat Aceh.

“Ucapan terima kasih kepada konsultan, tenaga ahli dan tim pengolah data untuk entri ensiklopedi kebudayaan Aceh, atas kerja keras nya menulis dan menyusun ensiklopedi kebudayaan Aceh,” tutup Irma.

You might also like More from author

Leave a comment