fbpx

Senin dan Selasa, Festival Krueng Aceh Meriahkan PKA VII

584

Sungai Krueng Aceh yang membelah Kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh selain memiliki sejarah panjang, juga memiliki pesona wisata bahari yang tak kalah elok dan unik dibandingkan dengan wisata sungai lainnya di beberapa provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan didukung oleh Kodam Iskandar Muda menyelenggarakan Festival Krueng Aceh 2018.

Acara yang berfokus pada bantaran Krueng Aceh ini akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi wisata, seperti lomba perahu hias, panggung apresiasi budaya, lomba memasak, lomba mewarnai, atraksi air, sajian 1000 cangkir kopi gratis, bersih-bersih sungai dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin menyatakan, atraksi wisata air ini diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat yang hadir selama berlangsungnya PKA VII serta menjadi salah satu sarana dalam mempromosikan budaya Aceh dan menarik minat wisatawan berkunjung ke Aceh.

“Festival Krueng Aceh yang dipersiapkan khusus kepada pengunjung PKA VII diharapkan, tidak hanya menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung dan memperkenalkan Kota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh, tapi juga menjadi hiburan menarik dan unik bagi setiap pengunjung, ” ungkap Amiruddin.

Festival yang berlangsung 13-14 Agustus dari pukul 09.00 WIB ini akan berfokus pada dua titik jembatan, yaitu Jembatan Pante Pirak yang berada persis di depan Mesjid Raya Baiturrahman dan titik kedua berada pada Jembatan Peunayong.

“Ada 22 perahu hias yang akan tampil, adapun para pesertanya terdiri dari jajaran Kodam Iskandar Muda dan beberapa dinas yang berada dalam jajaran SKPA Pemerintahan Aceh, termasuk Disbudpar Aceh,” sebut Amiruddin.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menghimbau masyarakat untuk mengambil bagian dalam memeriahkan Festival Krueng Aceh 2018.

“Festival Krueng Aceh 2018 akan meriah dan menjadi kesan tersendiri bila masyarakat mengambil bagian di dalamnya, sekaligus memenangkan hadiah menarik lainnya. Panitia menyediakan hadiah total sebesar 15 juta rupiah bagi pemenang yang berhasil keluar sebagai juara untuk perahu dengan dekorasi terbaik,” jelas Rahmadhani.

Selain itu, beberapa penampilan tarian tradisi Aceh akan menghibur warga yang hadir di lokasi acara, tidak lupa penampilan Seuramoe Reggae.

Melalui festival ini pula, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat Aceh untuk menjaga keasriannya, bersih dari sampah karena Krueng Aceh merupakan salah satu sumber air bersih bagi sebagian warga kota Banda Aceh.