Sekelumit Kisah Menuju Krueng Sakoi di Tanoh Mirah

248

Krueng Sakoi, namanya memang tidak begitu familiar di masyarakat Meulaboh. Destinasi ini terletak di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Untuk menuju ke sana, kita harus menempuh perjalanan lebih kurang sejauh 51 km dari Meulaboh, bisa ditembuh melalui kendaraan bermotor. Trekking yang dilalui sebelum sampai di tempat tujuan akan dilalui dengan pemandangan pedesaan dan beberapa bukit yang jalannya lumayan buruk, dikarenakan banyaknya mobil tambang yang melewati Jalan Geumpang-Tutut.

Awalnya saya mengira tempat yang akan dituju melewati jalan aspal, ternyata jalur yang akan ditempuh ke destinasi tersebut adalah kebun pribadi milik warga setempat, tepatnya di sebelah kanan setelah jembatan yang sungainya tenang di desa Tanoh Mirah.

Jika kita menilik lebih jelas, sebelum ke jembatan tersebut kita harus melewati sisi kiri Jalan Geumpang-Tutut hingga naik turun bukit, terdapat sungai besar yang dapat dilalui melalui jembatan. Setelah jembatan itu, terdapat persimpangan tiga, antara kanan dan kiri. Kita harus memilih jalur kiri dan belok ke kanan lagi untuk mengikuti jalur aspal tersebut.

Sebelum menuju ke lokasi tujuan, kita harus meminta izin terlebih dahulu sama Kepala Desa Tanoh Mirah. Biasanya beliau mengizinkan jika kita dipercaya dan diyakini tidak berbuat hal-hal yang buruk di tempat tersebut.

Satu hal lagi yang diperhatikan, yakni terkait keadaan cuaca, jika cuaca di lokasi hujan deras selama beberapa hari, maka trekkingnya basah dan licin untuk dilalui bahkan sungai tersebut biasanya mengeluarkan air bah (air besar dari gunung) selama musim hujan.

Persiapan yang harus dibawa dalam ekspedisi menyusuri sungai ini tidak perlu repot, hanya perlu kita menyesuaikan keadaan, beberapa trekking yang memaksa kita untuk menanjak miring, melewati sungai, bahkan melompat dan menghinggap di ranting-ranting pohon besar yang ada.

Perlu diingat bahwa disaat melalui trekking ada beberapa pohon yang tumbang, jadi sebelum melewati atau melintasinya kita harus memeriksa dahulu, apakah aman atau tidak dilalui.

Untuk destinasinya sendiri ada banyak tebing sepanjang aliran sungai. Beberapa juga ada yang dalam dan deras alirannya. Jika kita menyusuri lebih dalam kita akan menemukan air terjun setinggi 2 meter di sebelah kanan sungai. Tidak kalah lagi, jika kita menyusuri lebih dalam tebing dan bebatuannya lebih kecil sehingga lebih enak dan mudah untuk kita menikmati destinasinya.

Yang terpenting selama berada di dalam lokasi sungai ini, kita sebagai pengunjung harus jaga lisan dan hati. Karena keduanya sangat berhubungan dengan tata krama.

Pengalaman saya saat disana, ketika teman saya mengucapkan “Anjing!” disaat terinjak duri. Teman saya jatuh dari tebing, untung saja tebingnya landai dan aliran di bawahnya tenang. Kamipun menyelamatinya dan bersegera melanjutkan perjalanan dengan niat dan ucapan yang baik.

Inilah sekelumit kisah saya menuju ke Krueng Sakoi, semoga lokasi ini bisa dikelola dengan baik dan menjadi daya tarik tersendiri untuk dijaga bersama.

Via Muhammad Abi Ghoffari Siregar