Sabang dan Aceh Besar Buka Objek Wisata dan Berlakukan Protokol Kesehatan

61

Geliat objek wisata di Pulau Weh, Sabang perlahan mulai berdenyut kembali. Hal ini terkait Surat Edaran dari Wali Kota Sabang per tanggal 1 Juni 2020 tentang Pengaturan Aktivitas Transportasi Penyeberangan dan Wisata dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Kota Sabang.

Surat Edaran Wali Kota Sabang tersebut diterbitkan sehubungan berakhirnya masa berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H beberapa waktu lalu.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan terkait pembukaan kembali objek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan meliputi minimal penggunaan masker, penyediaan sarana cuci tangan, pengukur suhu tubuh.

Serta mengizinkan kembali pembukaan seluruh hotel/penginapan dengan menerapkan protokol kesehatan dan bagi pengusaha hotel/penginapan harus melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari.

Social distancing, physical distancing dan protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

Terkait dengan transportasi, diinformasikan bahwa kapal cepat dan kapal feri roro beroperasi satu kali pulang pergi per hari dengan pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bagi calon penumpang ber-KTP Sabang dan berdomisili di Sabang yang melakukan perjalanan dari/ke Kota Sabang hanya disyaratkan pemeriksaan kesehatan di pelabuhan.

Bagi calon penumpang yang ingin menuju ke Sabang yang memiliki KTP luar Kota Sabang dalam Provinsi Aceh dan atau memiliki KTP Sabang berdomisili di luar Kota Sabang dilengkapi surat kesehatan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh rumah sakit, puskesmas atau klinik kesehatan.

Berikutnya, bagi calon penumpang yang menuju ke Sabang berasal dari luar Aceh atau yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya dari wilayah transmisi lokal, episentrum atau wilayah terpapar cukup parah wajib memiliki hasil tes negatif Covid-19 yaitu tes Swab PCR.

saban

Lokasi Wisata Lampuuk Berlakukan Protokol Kesehatan

Objek wisata andalan Kabupaten Aceh Besar, seperti Pantai Lampuuk menjadi salah satu objek wisata yang paling awal dibuka pascalebaran Idul Fitri 1441 H.

“Pantai Lampuuk sendiri dibuka sejak 26 Mei 2020 atau bertepatan hari ke-3 Idul Fitri. Penerapan protokol kesehatan juga diberlakukan kepada pengunjung untuk mencegah Covid-19,” kata Imum Mukim Lampuuk, Hamdan Hasyim.

Menurut Hamdan, sejak dibuka beberapa hari lalu kunjungan masyarakat terus meningkat. Pihaknya juga menerapkan aturan yang tegas untuk pencegahan dan penyebaran Covid-19 dalam kawasan destinasi pariwisata Pantai Lampuuk.

Aturan yang diterapkan yaitu tidak melanggar protokol kesehatan (termasuk menjaga jarak sosial maupun fisik/social-physical distancing), wajib pakai masker, menggunakan hand sanitizer/mencuci tangan di air mengalir dengan menggunakan sabun antiseptik.

Pengunjung juga harus menjaga jarak minimal satu meter, dan setiap wisatawan yang berkunjung dibatasi sesuai kapasitas kawasan destinasi pariwisata dan ketentuan yang ditetapkan pengelola untuk menghindari keramaian.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota—termasuk 14 kabupaten/kota di Aceh—yang saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif.

Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Besar termasuk dari 14 kabupaten/kota di Aceh yang diberi kewenangan oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dengan tetap aman di tengah pandemi corona, selain itu juga ada Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Kota Langsa, dan Aceh Timur yang dinyatakan masuk dalam zona hijau.