Ribuan Warga Meriahkan Festival Mangrove di Kota Langsa

111

Ribuan warga Kota Langsa meriahkan Festival Mangrove yang berlangsung di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (27/4/2019) pagi.

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kota Langsa.

Kepala Disbudpar Aceh yang diwakili Kasi Bidang Bahasa dan Seni Syahrul Arbi, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung meriah dan sukses.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama serta kerja keras panitia pelaksana yang merupakan bagian dari Festival Langsa Gemilang ini,” ujarnya.

Pelaksanaan festival ini, sebut Syahrul, dilakukan secara matang oleh Disbudpar Aceh berdasaarkan program pengelolaan keragaman budaya. Untuk memeriahkan acara ini juga diisi dengan panggung keliling Aceh yang diisi oleh Rial Doni.

Dia mengatakan festival ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mempublikasikan kawasan mangrove di Kota Langsa, sebagai salah satu kawasan wisata yang menarik.

Selain hiburan, Festival Mangrove juga dimeriahkan berbagai lomba dan seni budaya, seperti lomba tradisional perahu nelayan sampai pentas seni.

Kemudian, lagu melayu, penampilan seniman lokal, meliputi seni perkusi, band etnik tradisi, tarian Aceh, rapa’i, serune kale.

Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid pada kesempatan tersebut bersama Forkopimda juga melakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 2.000 batang di kawasan pesisir Gampong Sungai Lueng ini itu.

Festival Mangrove ini, sebut Marzuki Hamid, harus bermanfaat bagi maayarakat, terutama untuk menambah kesadaran menyelamatkan hutan mangrove ini.

Dia juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Aceh yang melaksanakan festival ini, sehingga upaya penyelamatan hutan mangrove akan terus berkelanjutan.

“Hutan mangrove ini bukti kebesaran Allah SWT, dan ini adalah rahmat dan barkah-Nya kepada kita, karena memilili banyak keuntungan dan manfaat bagi manusia,” ujarnya.

Marzuki Hamid menjelaskan selain pohon dan akar sangat kuat, batang pohon mangrove ini juga bisa menjadi benteng angin kencang, tsunami, abrasi laut maupun bencana lainnya. Dia mencontohkan, saat tsunami 26 Desember 2004, daerah pesisir yang banyak ditumbuhi tanaman mangrove, selamat dari bencana dahsyat itu.

Dia berharap masyarakat harus sadar bahwa mangrove sebagai benteng dari bencana, selain secara ekonomi, bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, seperti kayu bakar atau tumbuhanya dijadikan sebagai jus. Disebutkan, di huan mangrove juga banyak ditemukan lebah madu yang bisa diambil masyarakat, selain menjadi bahan warna kain batik dan lainnya.

Dia menambahkan hal itu berdasarkan penelitian dan mangrove juga bisa dikembangkan oleh masyarakat Langsa sebagai tempat menambah pendapatan keluarganya. “Bahkan di mangrove, hidup berbagai biota laut seperti kepiting, kerang, dan lainnya yang bisa dimakan oleh manusia,” ujarnya.

Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, LSM lingkungan hidup, TNI, Polri, dan lainnya, sama-sama menyelamatkan hutan mangrove sebagai bekal generasi mendatang.

“Apabila mangrove punah, maka bumi ini akan panas, bencana tak bisa dielakkan, dan itu yang akan kita tinggalkan bagi anak anak kita di masa yg akan datang,” imbuhnya.