Rakor Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 Hasilkan Sejumlah Rumusan untuk Event

160

Dikenal sebagai Serambi Mekkah, Aceh memiliki banyak potensi untuk mengangkat kembali khasanah Islam yang ada di ujung Pulau Sumatera tersebut. Kehadiran event dengan basis nilai-nilai keagamaan juga mencuat dalam Rapat Koordinasi Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 sebagai salah satu atraksi wisata.

Rakor yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini berlangsung di Hotel Safira, 10-11 Juli 2019 yang mengangkat tema “Penguatan dan Penyelerasan Event dalam Mendukung Peningkatan Atraksi Kebudayaan dan Pariwisata Aceh”.

Rumusan hasil juga ikut dipaparkan dalam rakor ini, mulai dari penggunaan branding pariwisata, percepatan pengembangan wisata halal, dan pendataan event-event yang memiliki nilai keunikan daerah.

“Ada 22 rumusan yang berhasil dicapai dari rakor kali ini, semua hasil ini disampaikan ke semua peserta untuk dapat ditindaklanjuti,” sebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Kamis (11/7/2019).

Pada rumusan tersebut, Jamaluddin juga menyebutkan, ada beberapa hal yang nantinya bisa dibahas lebih lanjut dengan provinsi terlebih lagi terkait pelaksanaan event.

“Rumusan ini pada dasarnya dapat dijadikan acuan para pihak, khususnya dinas pariwisata daerah dalam menyelaraskan event daerah untuk tahun 2020 nanti,” harap Jamal.

Ketua Tim Perumus Rakor Rahmadhani dalam paparannya juga menyebutkan, Disbudpar Aceh siap untuk turun daerah jika memang nantinya perlu penguatan dalam mendukung event baik atraksi wisata, budaya dan destinasi.

“Perlu koordinasi dan komunikasi setiap event yang akan didukung oleh Disbudpar Aceh, dan kita di provinsi siap turun ke daerah untuk melakukan konsilidasi pendukungan,” ujar Rahmadhani.

Adanya rumusan tersebut, tambah Kabid Pemasaran Disbudpar ini, pemerintah kabupaten/kota harus serius untuk menentukan sebuah event.

“Keseriusan pemerintah di kabupaten/kota harus terlihat, mulai dari jenis event, tema, jadwal dan lokasi,” sebut Rahmadhani.

Rakor yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Tim Calendar of Event Kementerian Pariwisata Tazbir yang memaparkan terkait “Event Pariwisata sebagai Daya Tarik Pariwisata Daerah” serta “Pariwisata Halal dan Pengembangan Event” yang disampaikan oleh Faisal Fahdian Puksi selaku anggota tim ahli Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata.