Plt Gubernur Aceh Resmikan Objek Wisata Ketambe, Aceh Tenggara

71

Sejumlah sarana dan prasarana pembangunan yang dikembangkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di objek wisata Ketambe, Aceh Tenggara, Senin (20/1/2020) diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Peresmian objek wisata tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti oleh Nova Iriansyah yang disaksikan oleh wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, anggota DPRA, Kadisbudpar Aceh, serta unsur Forkopimda dan SKPK setempat.

Adapun pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di objek wisata Ketambe, meliputi gapura, gedung pertemuan, mushalla, saluran pembuangan, dan panggung pertunjukan yang merupakan program dari APBA 2019.

Pembangunan di objek wisata Ketambe tersebut tidak hanya di 2019, nantinya juga akan ditingkatkan lagi tahun 2020 seperti pada pembangunan jalan masuk, toilet, gedung tiket dan gazebo.

Nova iriansyah

Nova mengatakan, pembangunan ini diharapkan terus berlanjut dan keasrian lingkungan terus dijaga.

“Fasilitas yang telah dibangun untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin namun harus dijaga agar tidak cepat rusak,” pungkasnya.

Ia juga meminta masukan berupa saran dan kritikan yang membangun, sehingga ke depan sarana dan prasarana yang telah dibangun tidak menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat.

“Kita tidak anti kritik, namun setiap kritikan harus yang membangun dan ada solusi penyelesaiannya,” tegas Nova.

Kadisbudpar Aceh Jamaluddin menambahkan, pembangunan fasilitas publik di Ketambe dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, karena kunjungan wisatawan ke objek wisata terus mengalami peningkatan.

Selain menjadi objek wisata unggulan di Aceh Tenggara dengan daya tarik arus air sungai yang deras dan alamnya yang asri, objek wisata Ketambe juga rutin setiap tahunnya digelar even internasional rafting festival.

“Even ini tidak hanya menghadirkan peserta dari dalam negeri namun juga luar negeri, sehingga sudah seharusnya fasilitas yang tersedia harus ditingkatkan,” kata Jamal.