Pesan Menpar Arief Yahya untuk Aceh Gaet Wisatawan saat Launching CoE 2018

"Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata"

43

Pemerintah Aceh bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh resmi merilis Calendar of Events (CoE) Aceh 2018 yang ditandai dengan pemukulan rapai oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dalam CoE yang mengangkat tema “Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata” terdapat total 100 even serta 9 Top Event Aceh seperti Sabang Marine Festival (SMF), Aceh Culinary Festival, Aceh Internasional Marathon, Pekan Kebudayaan Aceh VII, Perlombaan Pacu Kuda Tradisional, Aceh Internasional Surfing Championship, Gayo Alas Mountain International Festival 2018, Aceh International Rapai Festival, Aceh International Freediving.

Diantara 9 Top Event Aceh tersebut, juga terdapat 2 Wonderful Event yang masuk 100 Calendar of Event (CoE), yakni Aceh Culinary Festival yang baru saja berlangsung awal Mei lalu dan Aceh International Rapa’i pada Juli mendatang.

Menpar Arief Yahya dalam sambutannya menyampaikan, differentiation atraksi Aceh adalah wisata bahari dan wisata halal.

Sabang dijadikan ikon dengan potensi wisata baharinya. Sabang merupakan destinasi freediving terbaik dunia, maka dari itu Menpar mendukung penyelenggaraan event Aceh International Freediving. Saphula Regatta (Sabang-Phuket-Langkawi Regatta) sudah dilakukan melalui kegiatan Sabang Marine Festival.

“Sekarang sudah ada Sabang Yacht Club, pengelolaannya bisa diserahkan ke professional, misalnya pengelola di Phuket yang sudah berpengalaman dan memiliki networking yang luas. Saat ini sudah ada 55 Yacht Calling (Jan-Mei) dan 7 Cruise Calling,” ujarnya Arief Yahya yang dalam kesempatan tersebut secara khusus menggunakan pakaian adat Aceh.

Menpar juga menyinggung soal pariwisata yang susah masuk ke NTB, Sumbar, dan Aceh. Maka dari itu, positioning yang pas adalah Halal Tourism.

“Aceh menang 2 kategori World Halal Tourism Award: World’s Best Halal Cultural Destination, dan Sultan Iskandar Muda Airport sebagai World’s Best Airport for Halal Travelers,” sebut mantan Dirut PT Telkom tersebut.

Tak hanya itu, pria asal Banyuwangi ini juga kembali menegaskan Tourism is about Proximity. Aceh dekat dengan pasar, tapi masih kalah dengan Lombok. Menpar mengusulkan agar melakukan program hotdeals di Aceh, misalnya ketika Ramadan, karena orang ingin merasakan Ramadan di Aceh.

“Harus menggunakan cara cerdik utk mengundang wisman saat kosong, misalnya ketika haji, pesawat yang kembali ke Indonesia relatif kosong, hal ini dimanfaatkan untuk memberikan Hotdeals bagi wisman asal Timteng,” ungkapnya.