Pemerintah Pusat Dukung Pembangunan Bandara Internasional di Sabang

169

Pemerintah pusat memberi dukungan kepada pemerintah Kota Sabang dalam upaya membangun Bandar Udara Internasional di Sabang untuk menciptakan tujuan wisata baru di pulau paling barat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko saat menerima Wali Kota Sabang Nazaruddin dan jajaran Pemerintah Aceh di Bina Graha, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, Sabang harus menjadi bagian penting dari air connectivity karena letak kota tersebut dekat dan terhubung dengan negara-negara tetangga.

Untuk diketahui Bandar Udara Maimun Saleh yang ada sekarang sudah sulit dikembangkan karena beberapa faktor. Seperti kepadatan penduduk di sekitar bandara, maraknya pembangunan, kontur wilayah, dan keterbatasan panjang landasan pacu yang tidak bisa lagi diperpanjang.

Pengembangan proyek ini diharapkan mampu mendukung berbagai sektor yang berpotensi untuk mensejahterakan masyarakat lokal terutama sektor pariwisata. Selain itu, bisa mempercepat pengembangan destinasi pariwisata nasional dengan adanya konektifitas udara langsung.

“Dengan adanya bandar udara baru ini, akan menunjang sektor pariwisata terutama turis lokal serta mancanegara seperti Malaysia, Phuket dan Langkawi karena secara keseluruhan hampir satu juta turis yang hadir ke kota kami,” ungkap Wali Kota Sabang Nazaruddin.

Nazaruddin menjelaskan perlu adanya perancangan integratif dalam berbagai sektor. Tujuannya memberikan dampak instan, khususnya bagi sektor ekonomi dan pariwisata. Selain itu Wali Kota Sabang ini juga mengharapkan agar pengembangan bisa menjadi sebuah proyek strategi nasional.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan mendukung pemerintah kota Sabang dalam proyek ini. Selain itu, diperlukan juga sinergi antara KSP dan pemerintah Kota Sabang.

“Prinsipnya kami mendukung, yang penting koordinasi harus jelas antar lembaga-lembaga lainnya, KSP sifatnya membuka jalan agar pengembangan ini mampu terakomodir oleh pemerintah pusat,” tandasnya.

Sementara itu Deputi I Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo berharap agar pembangunan bandara baru ini bisa masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

“Untuk itu diperlukan beberapa persyaratan. Diantaranya memiliki peran strategis dalam perekonomian terutama dalam kesejahteraan sosial dan mampu menggerakkan perekonomian kerakyatan. Tak kalah pentingnya adalah dimensi pertahanan dan keamanan, serta keterkaitan dengan sektor infrastruktur antar wilayah,” paparnya.

Menurutnya, perlu studi kelayakan implementasi dalam berbisnis karena zona pariwisata ini tidak hanya akan menyerap sasaran backpacker tetapi juga traveler. Sektor ekonomi kerakyatan dan perhotelan berskala internasional diharapkan mampu dikembangkan disini, agar ini menjadi opsi bagi para turis-turis yang nantinya berdatangan ke kota tersebut.

Staf khusus KSP Leonardi, berharap agar pembangunan bandara dan kawasan, serta sarana pendukung tinggal di optimalkan.

“Secara umum Sabang sangat memungkinkan menjadi daerah wisata. Apalagi tumpahan dari Phuket, yang kemungkinan menginginkan destinasi baru,” jelasnya.

Via KSP