Pemerintah Aceh ikut Ambil Bagian di Festival Indonesia ke-4 Moscow

80

Festival Indonesia yang berlangsung di Moscow, Rusia 1-4 Agustus berlangsung meriah, kegiatan yang mengusung tema “Visit Wonderful Indonesia: Enjoy Our Tropical Paradises” diikuti oleh sejumlah perwakilan dari Indonesia dan tidak ketinggalan Pemerintah Aceh.

Festival terpadu yang mengangkat sektor perdagangan, pariwisata dan investasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara KBRI di Moscow dan Pemerintah Rusia yang seperti pada tahun sebelumnya diawali dengan agenda Business Forum di Hotel Ritz Carlton, Moscow yang dihadiri oleh sekitar 700 pengusaha Indonesia dan Rusia.

Pemerintah Aceh yang dalam hal ini diwakili oleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Bappeda Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, PT. Pembangunan Aceh, Dinas Pangan Aceh serta beberapa pengusaha/IKM Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut termasuk di Pameran Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin selaku Ketua Delegasi dari Aceh, menyebutkan, festival tersebut menjadi ajang penting serta strategis bagi Aceh untuk memperkenalkan dan mempromosikan Aceh dengan segala potensi unggulannya.

“Untuk kedua kalianya Aceh ikut serta pada Festival Indonesia yang digagasi oleh KBRI di Moscow. Keikutsertaan Aceh pada festival ini tidaklah tanpa tujuan dan target yang jelas. Sebaliknya, keikutsertaan Aceh pada festival ini dengan membawa beberapa pengusaha,” sebutnya.

Beberapa IKM Aceh, kata Jamaluddin seperti UD. Bawadi Foods (IKM Kopi), KBQ Baburrayyan (Koperasi dan Produsen Kopi), Yuyun Bordir (Handicraft Aceh) dan CV. Gadeng Wisata (Paket Wisata Tematis) juga ikut memperkenalkan Aceh dengan ragam komoditi unggulan, seperti kopi Aceh, handicraft Aceh dan paket wisata unggulan Aceh.

Menurut Jamal, komoditi yang dipromosikan di Moscow mendapat perhatian serius dari pengunjung Rusia, khususnya kopi Aceh, baik dalam bentuk pembelian langsung, maupun kerjasama transaksi jangka panjang.

Salah seorang pelaku IKM kopi Aceh, Teuku Dhahrul Bawadi menyatakan, peluang kerjasama perdagangan kopi Aceh sangat menjanjikan selama keikutsertaannya pada Festival Indonesia di Moscow.

“Peluang kerjasama perdagangan kopi Aceh dengan pengusaha Rusia sangat terbuka lebar. Alhamdulilah. Saya berhasil mendapatkan 4 buyer kopi potensial dari Rusia, yaitu dua perusahaan kopi roasting, satu importir kopi dan satu retail,” ungkap Bawadi.

Khusus retail untuk kopi kemasan 100 gram Arabica dan 100 gram Robusta, kata Bawadi, mereka akan berkunjung ke Aceh dan perkebunan kopi pada bulan Oktober 2019.

“Semoga ini menjadi kontribusi terbaik dari IKM Aceh kepada Aceh,” sebut Bawadi.

Hal yang sama juga disampaikan Iwannitosa, perwakilan KBQ Baburrayyan, juga ada permintaan kerjasama perdagangan kopi antara pengusaha Rusia dengan koperasi miliknya.

Stand Aceh sendiri, tambah Jamaluddin, selama pameran berlangsung juga tidak pernah sepi pengunjung.

“Tema “The Light of Aceh” kita hadirkan, baik dari brosur, leaflet, paket wisata tematis lainnya, TVC dan cenderamata unik lainnya, serta sajian kopi Aceh gratis untuk pengunjung,” ungkapnya.