fbpx

Pekan Kebudayaan Aceh VII, Momentum Promosikan Wisata Budaya

Road to Pekan Kebudayaan Aceh VII

58

Pascapeluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2018 yang bertema “Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata” oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya yang juga didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Jakarta beberapa waktu lalu, berbagai atraksi wisata menarik di Tanah Renong terus digelar oleh Pemerintah Aceh.

Kemunculan atraksi wisata ini dalam rangka memperkenalkan Aceh kepada dunia sebagai destinasi wisata dengan ragam pesona alam, budaya dan sejarahyang dalam waktu dekat akan digelar even budaya tebesar di Aceh, yakni Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII.

Perhelatan budaya empat tahunan sekali ini sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Aceh secara suka cita, PKA VII akan melibatkan 23 Kabupaten/Kota, pelaku pariwisata/budaya dari seluruh Aceh, termasuk seniman internasional lainnya pada tanggal 5 – 15 Agustus 2018 yang dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin serta 15 lokasi berbeda lainnya di Banda Aceh.

Lewat tema “Aceh Hebat dengan Adat Budaya Bersyariat”, PKA VII dipersiapkan secara matang sejak tahun 2017,yang nantinya akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, serta dihadiri oleh beberapa Menteri Kabinet Kerja dan undangan penting lainnya dari dalam dan luar negeri.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menaruh harapan penyelenggaraan PKA VII ini akan menuai sukses dan menciptakan kenangan khusus bagi pengunjung karna even budaya ini dipersiapkan dengan sentuhan budaya, kreatifitas dan teknologi sebagai sebuah maha karya persembahan anak negeri untuk membangun Aceh yang lebih baik, bersatu dan berbudaya melalui semangat Aceh Hebat.

“Penyelenggaraan PKA VII bertujuan tidak hanya menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat dalam memperkuat adat dan budaya Aceh yang Islami, mengangkat kembali seluruh khasanah budaya masyarakat dari berbagai etnis di Aceh dan membangun kesadaran masyarakat dan generasi muda Aceh untuk mengetahui dan mempelajari kekayaan serta originalitas budayanya, tapi juga untuk mempromosikan Aceh dengan ragam pesona budayanya sebagai destinasi wisata budaya kepada wisatawan nusantara dan mancanegara,“ ungkap Irwandi bersemangat, Senin (1/7/2018) lalu.

Puluhan Agenda Seni dan Budaya Dipersiapkan

Ada 56 rangkaian atraksi seni dan budaya yang dikemas dalam 7 kegiatan utama untuk memeriahkan PKA VII, meliputi Pembukaan; Pawai Budaya yang akan menampilkan parade adat dan budaya dari berbagai daerah; Pameran Budaya dan Eksibisi yang akan menampilkan pameran kebudayaan, sejarah, kuliner, produk kreatif dan bisnis kepariwisataan; Festival Seni dan Budaya yang  akan menyuguhkan ragam penampilan adat istiadat, seni dan budaya Aceh.

Selain itu juga akan ada Seminar Kebudayaan dan Kemaritiman yang akan mengulas berbagai isu menarik tentang kekayaan budaya dan potensi bahari Aceh; Anugerah Budaya yang akan memberikan apresiasi budaya kepada masyarakat Aceh yang telah berkontribusi dalam melestarikan adat dan budaya di daerah; dan Penutupan PKA VII yang akan menampilkan ragam pesona hiburan kepada masyarakat sebagai tanda berakhirnya PKA VII.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengungkapkan kebanggaannya, penyelenggaraan PKA VII kali ini sungguh berbeda dibandingkan dengan PKA-PKA sebelumnya sejak tahun 1958, dimana PKA VII ini akan menyuguhkan berbagai keunikan dan pengalaman baru bagi pengunjung sebagai sebuah manifestasi rasa syukur masyarakat Aceh dalam membangun negeri dan menciptakan perdamaian di Aceh.

“PKA VII sudah seharusnya memberikan nilai tambah dan menciptakan perbedaan bagi pengunjung. Selain dihadiri oleh 35 ribu lebih peserta dan tamu undangan dari luar negeri, seperti beberapa negera ASEAN, Timur Tengah dan Eropa, 7 ribu peserta dari perwakilan 23 kabupaten/kota se Aceh dan masyarakat umum, peserta dari berbagai provinsi se Indonesia dan penampilan tari kolosal bertema “Aceh Lhee Sagoe” dengan melibatkan 1000 penari, Tari Guel dan Rapai Pasee, even budaya akbar ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan video mapping pada malam pembukaan yang akan menciptakan imajinasi fantastik tentang peradaban Aceh masa kini,” jelas Nova Iriansyah.

Nova Iriansyah Ketua UmumPKA VII menambahkan, hajatanbudaya ini harus menjadi tantangan khusus bagi masyarakat Aceh dimanapun berada, tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik yang mampu melayani tamu yang datang, tapi juga mendukung sepenuhnya kegiatan PKA VII yang akan berlangsung selama 10 hari penuh.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin, menyebutkan, penyelenggaraan PKA VII kali ini diharapkan tidak hanya akan berdampak positif dalam mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata budaya dan meningkatkan jumlah kunjungan wisnus dan wisman, tapi juga menjadi momen penting membangun ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekonomi kreatif.

“Kunjungan wisatawan terus meningkat seiring makin dikenalnya Aceh melalui branding wisata “The Light of Aceh” dan “Cahaya Aceh”. Tahun 2017 kunjungan wisatawan mencapai sekitar 2.944.169orang terdiri 2.865.189 wisnus dan 78.980 wisman. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 2.154.249 terdiri dari 2.077.797 wisnus dan 76.452 wisman. Kunjungan wisnus dan wisman diprediksikan akan meningkat, masing-masing ditargetkan 4 juta orang (wisnus) dan lebih 100 ribu orang (wisman) pada tahun 2018,” sebut Amiruddin.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh,Rahmadhani jugamenyebutkan, dalam rangka mensosialisasikan even PKA VII, sejumlah persiapan promosi dan publikasi menjadi perhatian khusus melalui berbagai strategi marketing yang telah disiapkan.

“Mengingat PKA VII adalah salah satu Top Event Aceh 2018 dan dilaksanakan secara masif, promosi dan publikasi terus dilakukan dan viral, tidak hanya melibatkan rekan-rekan media onlinenamunjuga masyarakat Acehyang berada di luar daerah(diaspora),” sebutnya.

Berbagai publikasi PKA VII, kata Rahmadhan,terus digenjot baik melalu own media Disbudpar Acehsendiri, media cetak, media ruang, media elektronik, dan media daring.

“Promosi PKA VII juga kitalibatkan relawanpariwisata, mulai dari alumni Duta Wisata Aceh dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) serta komunitas lainnya untuk terus menyebarkan berbagai materi PKA VII, seperti rangkaian, jadwal dan lokasi kegiatan, tema, Maskot PKA VII, informasi hotel, transportasi, dan lainnya,” tutup Rahmadhani.