Pasar Wisata Halal Diprediksikan Akan Berkembang Pesat di Indonesia

38

Pasar pariwisata halal (halal tourism) sedang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi menjadi pasar yang sangat berpotensi di Indonesia.

Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia, Bally Saputra mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata halal, baik dari sisi kuliner, keindahan alam maupun wisata religi.

“Saat ini populasi muslim di China sekitar 160 juta jiwa, sehingga kalau 10 persen saja dapat diajak kemari, maka ada sekitar 16 juta wisatawan yang akan datang ke Indonesia,” tulisnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2020).

Pengusaha properti dan pariwisata yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) DPP Realestat Indonesia (REI) itu menyebutkan, kerja sama dengan Indonesia-China Halal Cooperation (ICHC) ini dilakukan sebagai persiapan pasca pandemi Covid-19. Sebab, tahun depan sektor pariwisata diprediksi bakal booming.

Tahap awal Riyadh Group Indonesia dan ICHC akan menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah yang memiliki destinasi-destinasi wisata halal dan religi seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Aceh, Sumatra Barat. Riau dan NTB. Namun tidak tertutup kemungkinan destinasi tersebut akan diperluas.

“Daerah-daerah tadi merupakan destinasi wisata halal yang selama ini sangat disukai oleh wisatawan muslim China,” ungkap pengusaha asal Sumatera Barat tersebut.

Ditambahkannya, ICHC juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas kepada pemerintah daerah dan pengusaha pariwisata Indonesia yang ingin melakukan promosi di China. Upaya ini guna memberikan lebih banyak informasi mengenai keunggulan pariwisata dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat China.

Investasi Bisnis

Selain kerja sama untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan muslim asal China ke Indonesia, ungkap Bally, dalam nota kesepahaman juga disepakati bahwa kedua belah pihak akan bekerjasama dalam bidang investasi dan pengembangan proyek di sektor pariwisata, properti, perdagangan bahkan infrastruktur.

Menurut dia, sebagai perusahaan properti dan pariwisata yang berpengalaman puluhan tahun, Riyadh Group Indonesia nantinya akan mempersiapkan destinasi-destinasi wisata yang akan dikunjungi turis muslim asal China, mempersiapkan proyek dan mencari mitra strategis di Indonesia untuk pelaksanaan kerja sama bisnis dan investasi oleh kedua belah pihak.

Sementara ICHC akan melaksanakan dan membiayai proyek yang dikembangkan di Indonesia, termasuk mencarikan investor atau kontraktor.

ICHC yang berkantor pusat di Beijing, China, selama ini dikenal sebagai lembaga non-pemerintah yang melayani konsultasi untuk makanan atau produk halal dari China yang akan diekspor ke Indonesia, serta konsultasi perjalanan wisata bagi muslim China ke Indonesia ataupun sebaliknya.

Untuk meningkatkan wisata halal di Indonesia, maka dilakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Riyadh Group Indonesia dengan ICHC yang dilakukan langsung oleh Founder Chairman ICHC, Irwan Tirtakusuma di Jakarta.