Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Foto Blue Production Indonesia
35

Sektor pariwisata di Aceh harus menyiapkan diri dengan konsep adaptasi kebiasaan baru. Apalagi di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT meminta saat membuka secara virtual acara The Light of Aceh in Jogja, di Malika Ballroom Sleman City Hall, Sleman Yogyakarta, Kamis (23/7/2020).

“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling siginifikan terkena dampak dari pandemi ini,” kata Plt Gubernur Aceh.

Nova merincikan, United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) sudah memprediksi terjadi penurunan kunjungan wisatawan global sebesar 20-30 persen. Begitu juga dilaporkan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), bahwa perusahaan multinasional Top 5000 yang merevisi pendapatannya secara drastis adalah perusahaan yang bergerak di sub-sektor akomodasi dan restoran, serta transportasi.

“Dua subsektor ini menjadi sektor yang sangat berhubungan dengan pariwisata,” katanya.

Di dalam negeri tambahnya, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Mei 2020 menurun drastis, hingga minus 86,90 persen dibanding Mei 2019.

“Penurunan ini juga dialami pada jumlah penumpang penerbangan domestik dan internasional, serta Tingkat Hunian Hotel,” katanya.

“Gelombang melesunya sektor pariwisata ini, turut pula melanda Aceh,” kata Nova.

Walaupun demikian, Nova meminta semua pihak tidak putus harapan. “Kita tidak seharusnya putus harapan. Asa harus selalu dipertahankan,” katanya.

Untuk itu, Plt Gubernur meminta sektor pariwisata harus menyiapkan diri dengan konsep New Normal. Hotel, Restoran dan Tempat Wisata harus membiasakan diri dengan Protokol Kesehatan.

“Itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti pemakaian masker, cuci tangan dan limitasi jarak antar individu,” ujarnya.