Pameran Temporer Batu Nisan Aceh Resmi Dibuka

Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh Dermawan membuka pemeran temporer “Mengenal Batu Nisan Aceh Sebagai Warisan Budaya Islam Asia Tenggara”, Selasa (9/5/2017) pagi.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Dermawan menyebutkan, pameran batu nisan ini digelar agar masyarakat dapat lebih mengenal sejarah dan perkembangan Islam serta pengaruhnya dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

“Aceh dan Islam adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Ketika kita bicara Aceh pasti tidak terlepas dari perkembangan Islam,” ujar Dermawan didepan tamu undangan yang turut dihadiri pula Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi.

Lebih lanjut, sebut Dermawan, salah satu jejak Islam yang sangat kaya warna di Aceh adalah batu nisan yang terdapat di makam-makam tua di berbagai daerah di Aceh.

Warna-warni batu nisan itu tidak hanya menggambarkan betapa eratnya kaitan budaya Aceh dengan Islam tetapi juga menggambarkan keindahan seni batu yang sangat menakjubkan.

Ada ribuan batu nisan Aceh bernuansa Islam yang terdapat di makam-makam tua, termasuk di makam Sultan Malikul Saleh yang diperkirakan ada sejak abad ke 12.

“Yang menarik, seni batu nisan ini tidak hanya berkembang di Aceh. Tetapi juga ditemukan di sejumlah makam tua di Malaysia, Brunei dan Selatan Thailand,” katanya.

Usai pembukaan, acara ini dilanjutkan dengan peninjauan ruang pameran, tempat batu-batu nisan dipajang yang memiliki tiga tipologi atau jenis batu nisan Aceh yang terdiri dari batu dari Kesultanan Lamuri, Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam.

Pameran yang berlangsung hingga 16 Mei digelar oleh Museum Aceh bekerjasama dengan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumut-Aceh sebagai bagian memeriahkan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan ke 15 yang dipusatkan di Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh

You might also like More from author

Leave a comment