NTT Jadi Saksi Malam Penobatan Pemilihan Duta Wisata Nasional XII

Malam penobatan Pemilihan Duta Wisata Nasional (PDWN) XII yang berlangsung Sabtu, 2 Desember di Ballroom Millenium Kristal Hotel Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung meriah dengan sukses.

Malam grand final yang diikuti oleh 15 provinsi tersebut menampilkan ragam busana adat dari masing-masing provinsi dan diberikan kesempatan untuk menjelaskan makna secara detail busana yang mereka kenakan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya yang hadir pada malam PDWI XII, menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia yang telah menunjuk provinsi sebagai tuan rumah.

“Pemilihan Duta Wisata Nasional ini bukan sekedar memilih yang menang, namun harus mengajarkan orang untuk mendapatkan sesuatu itu perlu persaingan dengan baik dan menjadi pemenang yang benar-benar diakui oleh juri secara objektivitas,” sebutnya.

Ajang PDWN ini, ujar Frans, menjadi sebuah kesempatan bagi para generasi muda, agar mereka lebih siap untuk belajar serta berbenah diri agar terlibat secara langsung dalam kegiatan-kegiatan pariwisata.

“Ajang pemilihan ini kita harapkan peserta bisa betul-betul belajar banyak sehingga nantinya mampu terlibat secara aktif dalam sejumlah kegiatan pariwisata yang bertaraf nasional sehingga mampu mempromosikan potensi yang dimiliki oleh daerah masing-masing ke dunia luar,” harapnya.

Pada malam grand final tersebut, yang berhasil lolos sebagai finalis 5 besar terdiri dari Kalimatan Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Jogjakarta. Sementara yang berhasil lolos dalam 3 besar sekaligus menjadi juara berhasil disabet oleh Jawa Tengah, disusul Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah sebagai juara 3.

Selain pemilihan 3 juara, penghargaan lainnya juga diberikan kepada pasangan Sumatera Selatan sebagai Presentasi Terbaik, Jawa Timur sebagai juara favorit, Bangka Belitung sebagai Kostum Terbaik. Adapun Spesial Juri Prize diberikan ke Sulawesi Selatan, dan juara Persahabatan diberikan kepada NTT serta juara Intelegensi disabet oleh Papua.

You might also like More from author

Leave a comment