Nelayan Pasie Jantang Meriahkan Lomba Tarek Pukat

39

Masih teringat dengan lirik, ini? Tarek pukat rakan beuh/ Lam buleun seupot/ Karoh eungkot jeunara, eungkot jeunara//

Itulah sepenggal lagu dari Tarek Pukat yang sangat sering kita dengar. Lirik yang hanya terdiri dari beberapa kalimat tersebut sangat sering diulang-ulang dengan berbagai irama, menyiratkan semangat mencari ikan ditengah malam tanpa sinar rembulan.

Tarek pukat sendiri merupakan kearifan masyarakat pesisir di Aceh, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Dari tarek pukat ini menggambarkan kesatuan dan semangat kebersamaan melalui perilaku gotong royong, kerja sama serta tolong menolong dalam memenuhi kebutuhan hidup yang sudah ada sejak masa kesultanan Aceh abad ke-16.

Karena itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar kegiatan Lomba Tarek Pukat sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya dan tradisi masyarakat Aceh pesisir, yang digelar selama tiga hari, 6-8 November 2021 di lokasi wisata Pasie Jantang, Lhong, Aceh Besar.

Selain atraksi lomba tarek pukat, juga hadir rangkaian acara lainnya, seperti perlombaan, pertunjukan atraksi seni, olahan hasil pukat oleh desa yang ikut berpartisipasi dan penyerahan hadiah pembinaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin melalui Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh Evi Mayasari, mengatakan bahwa, tarek pukat merupakan salah satu warisan dari leluhur yang menjadi keanekaragaman suatu tradisi dan dimiliki oleh suatu daerah.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat menjaga tradisi warisan budaya dan juga mempromosikan objek wisata Pasie Jantang Lhong menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata pesisir Aceh,” pungkas Evi.

Masyarakat sekitar Pasie Jantang, tambah Evi, menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini dengan harapan kegiatan yang sama bisa diadakan secara rutin setiap tahunnya. Disisi lain dengan adanya kegiatan seperti ini selain bentuk promosi objek wisata pesisir juga dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat setempat.

“Sebagai daerah yang berwawasan budaya tentu kita harus melindungi dan menjaga keberadaan warisan tradisi budaya kita,” tutup Evi.