Nelayan ASEAN Akan ke Gampong Jawa Banda Aceh

278

Masyarakat petani dan nelayan dari 10 negara di Asia Tenggara (ASEAN) dijadwalkan melihatkan aktivitas nelayan di Gampong Jawa yang masih mengandalkan pukat tradisional dalam mencari ikan di lautan lepas. Kunjungan ke Kecamatan Kutaraja itu berkaitan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017 yang akan dimulai pada awal Mei mendatang.

“Mereka akan melihat langsung kegiatan penangkapan ikan yang turun temurun di Aceh. Cara tradisional ini melibatkan banyak orang, mulai dari anak yatim, fakir miskin, hingga sistemnya yang bagi hasil. Oleh karena itulah, pukat tradisional ini kita lestarikan ke depan,” tutur Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Ir. T Diauddin kepada Serambi dise-sela kegiatan ‘tarek pukat’ bersama nelayan Gampong Jawa, Sabtu (15/4) pagi.

Dikatakan Diauddin yang didampingi Sekretaris DKP Aceh Adriansyah, tidak ada negara lain yang punya cara tradisional serupa dalam menangkap ikan. Di Aceh sendiri hanya ada di kawasan tertentu saja. Selain itu, Kawasan Gampong Jawa ini juga akan ditata menjadi salah satu destinasi pariwisata, khususnya bagi warga Aceh yang hendak menghabiskan akhir pekan.

“Nanti masyarakat kita yang sakit tulang pun bisa memanfaatkannya, misalnya untuk berjemur,” kata dia.

Saat kegiatan PENAS, DKP Aceh mendemontrasikan kegiatan tarik pukat tradisional ini kepada tamu, khususnya dari negara ASEAN. Agenda lainnya adalah pelepasan benih di waduk keuliling, Aceh Besar dan peninjauan pusat pembenihan ikan di Ujong Batee. “Pelepasan benih ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Diauddin.

DKP juga akan memamerkan kesuksesan teknologi bioflok, yakni budidaya ikan intensif dengan kepadatan sekitar 700 ekor per meter. Dengan kepadatan yang tinggi, maka masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang sempit untuk budidaya lele jumbo, nila, dan lainnya. Menurut Diauddin, saat ini DKP Aceh sudah melakukan persiapan hingga 85 persen untuk PENAS yang akan dimulai sekitar dua pekan lagi.

Bersihkan Pantai

SABTU lalu, jajaran pegawai DKP Aceh ikut membersihkan pantai Gampong Jawa. Mereka mengutip plastik bekas dan potongan kayu yang berserakan. Sebagiannya di bakar di lokasi kegiatan. Sebagian lagi dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah. Pengamatan Serambi, saat ini sudah ada pula panggung di pinggir pantai yang dibuat DKP Aceh sebagai tempat berteduh.

“Paling tidak, pada saat PENAS, masyarakat umum juga bisa menjadikan kawasan ini sebagai salah satu objek kunjungan pariwisata,” kata Sekretaris DKP Aceh Adriansyah. Kegiatan bakti sosial yang dikomandani langsung T Diauddin ini bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan event berskala nasional itu.

Source Serambi Indonesia