Museum Tsunami Aceh Ikut Peringati 6 Tahun Tsunami Jepang

Museum Tsunami Aceh kembali memperingati enam tahun tsunami Jepang sekaligus yang juga menjadi bagian dari penutupan Field Trip Project Asia oleh seniman Jepang, Daisuke Takeya yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Peringatan enam tahun tsunami Jepang tersebut dipusatkan di lantai dua Gedung Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh, Sabtu (11/3/2017). Kegiatan itu diwarnai dengan mengheningkan cipta dipimpin Daisuke Takeya untuk mengenang para korban tsunami Jepang, 11 Maret 2011 silam.

Peringatan enam tahun tsunami Jepang tersebut dihadiri puluhan tamu undangan dengan menampilkan tarian Aceh, Rapai oleh Rampoe Art. Tarian itu sebagai lambang kepasrahan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi bencana alam.

Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, peringatan enam tahun tsunami Jepang tersebut sebagai bentuk dukungan dan lambang solidaritas antara masyarakat Aceh dan Jepang.

“Dan ini juga pembelajaran bagi masyarakat Aceh dan Jepang dalam menghadapi bencana tsunami. Apalagi masyarakat Aceh dan Jepang sama-sama pernah mengalami tsunami. Dan bencana ini menjadi pengamalan berharga,” kata Almuniza.

Pada kesempatan tersebut, Almuniza juga mengajak semua pihak, baik dalam maupun luar negeri, untuk bersama-sama membagi ilmu, wawasan, penelitian mengenai bencana gempa dan tsunami

“Keilmuan mengenai tsunami tersebut akan disampaikan masyarakat dengan harapan masyarakat lebih siap dan sigap menghadapi gempa dan tsunami yang bisa saja terjadi kapan dan di mana saja,” kata Almuniza Kamal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata (PUP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Jepang enam tahun silam dengan jumlah korban lebih dari 18 ribu orang.

“Aceh dan Jepang bagaikan dua saudara kembar yang sama-sama merasakan kesedihan, kesulitan, kehilangan, dan kenestapaan akibat musibah besar gempa bumi dan tsunami. Korban meninggal dunia tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 mencapai 240 ribu jiwa,” kata Amiruddin.

Di sesi akhir acara, seniman Jepang, Daisuke Takeya juga memberikan cendera mata berupa lima poster Light from 311 Kesennuma, kota di Jepang yang mengalami dampak besar ketika tsunami 11 Maret 2011. Poster menggambarkan tiga pilar (cahaya) yang ditembakkan ke langit setiap 11 Maret.

You might also like More from author

Leave a comment