Museum Aceh Gelar Pameran Virtual ‘Koleksi Masterpiece’

Pusaka Ceudah Keuneubah Maja

97

Sejumlah koleksi Museum Aceh akan dipamerkan secara langsung dalam sebuah kegiatan virtual Pameran Masterpiece, yang berlangsung Senin (10/8/2020) mulai pukul 10.00-11.00 WIB.

Kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh ini akan disiarkan langsung lewat akun Instagram @disbudpar_aceh dan Youtube Disbudpar Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin mengatakan, pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat Aceh dan Indonesia umumnya mengenai warisan peradaban Aceh melalui pameran karya-karya masterpiece peninggalan Aceh tempo dulu.

Pameran bertajuk “Pusaka Ceudah Keuneubah Maja” ini dibagi dalam tiga kegiatan, seperti Talkshow Pembukaan yang menghadirkan pembicara Kadisbudpar Aceh Jamaluddin dan anggota Komisi X DPR RI/Penasehat Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

“Selain itu juga akan ada tur virtual yang dibawakan pemandu museum serta diakhiri talkshow interaktif yang diisi oleh kolektor benda bersejarah Aceh Harun Keuchik Leumik dan arkeolog serta sejarawan Aceh Dr Husaini Ibrahim MA,” pungkas Jamaluddin, Minggu (09/08/2020).

Pamerkan 67 Benda Koleksi

Kepala UPTD Museum Aceh Muda Farsyah juga mengungkapkan, setidaknya ada 67 benda koleksi Museum Aceh yang dipamerkan. Diantaranya terdiri atas pakaian adat, perhiasan, ukiran, naskah kuno, perkakas, senjata, perhiasan, mata uang, hingga lukisan kaligrafi.

“Ini bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari biasa. Tahun ini karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kita menggelar secara virtual,” katanya.

Mudha menerangkan, selain penting bagi masyarakat yang haus event di masa pandemi ini, pemirsa yang menyaksikan kegiatan daring ini juga berkesempatan meraih hadiah unik dari Museum Aceh.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat Aceh khususnya, dari anak-anak hingga orang tua, dapat mengagendakan waktu hanya satu jam saja untuk menyaksikan pameran daring ini. Ini event edukasi yang penting sekali bagi generasi Aceh ke depan dan ada hadiah unik bagi pemirsa,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihak Museum Aceh juga sudah menyiapkan koleksi naskah kuno, Safinatul Hukkam fi Takhlish al Khassham karya Faqih Jalaluddin dan Tanbih al-Ghafilin karya Syekh Jalaluddin Lam Gut kepada 15 orang yang beruntung.