Mewujudkan Gaya Hidup Halal sebagai Supply Side

227

Industri pariwisata dunia umumnya dan Indonesia khususnya berkembang makin pesat. Perkembangannya tidak hanya berdampak pada peningkatan penerimaan devisa, penciptaan lapangan pekerjaan, juga pada semangat untuk memelihara dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah, tsunami dan seni budaya, namun telah mampu melahirkan sebuah perilaku atau gaya hidup baru (lifestyle) bagi wisatawan yang menuntut ketersediaan produk dan pelayanan berbasis wisata dan gaya hidup halal sebagai supply side atau ”Halal Tourism and Lifestyle”.

Halal sebagai tambahan pelayanan extended service dalam industri pariwisata telah menjadi sebuah brand yang identik dengan kebaikan yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk produk dan pelayanan wisata.

Extended service telah menjadi tren masyarakat global, khususnya wisatawan Muslim dan wisatawan non Muslim umumnya sebagai gaya hidup Islami.

Beberapa negara non Muslim, seperti Thailand, Singapura, Jepang, Australia dan Korea telah berhasil mengembangkan wisata dan gaya hidup halal sebagai brand utama industri pariwisata mereka. Ironisnya, Thailand yang hanya memiliki 5% penduduk yang beragama Islam juga telah berhasil sebagai tujuan wisata dan gaya hidup halal serta pemasok makanan halal ke negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

State of the Global Islamic Economic 2014-2015 menyebutkan, untuk sektor travel, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia tahun 2013 sudah mencapai US$140 milyar dolar, angka ini akan terus tumbuh dan tahun 2018 diperkirakan akan mencapai US$181 milyar dolar.

Peluang ini harusnya dapat dimanfaatkan Indonesia yang mayoritas beragama Islam sebagai pusat halal lifestyle dunia.

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki kekayaan serta keberagaman keindahan alam dan budaya masih tertinggal dalam memperkenalkan wisata halal bila dibanding dengan beberapa negara lainnya. Namun, keberhasilan Indonesia meraih tiga penghargaan bergengsi sebagai World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Family Friendly Hotel pada acara World Halal Travel Awards 2015 di Uni Emirat Arab (UEA) telah mengukuhkan Indonesia untuk bangkit mengejar ketertinggalan sebagai pusat halal lifestyle dunia.

Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya terpilih untuk dipromosikan sebagai tujuan wisata halal untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya Malaysia dan negara-negara Timur Tengah umumnya. Ketiga daerah tersebut memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri sebagai tujuan wisata halal yang ramah Muslim atau Muslim Friendly Destination (bersambung).

Penulis Rahmadhani, M.Bus (Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh) dan M. Syahputra AZ, M.Ec.dev (Kasi Promosi Disbudpar Aceh)