Lestarikan Budaya Endatu, Disbudpar Aceh Gelar Festival Dodaidi

123

Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Dodaidi dikalangan masyarakat Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar Festival Dodaidi tingkat Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, mulai 7-8, dan 11 April 2021 tersebut akan dilaksanakan di Museum Aceh dan Taman Budaya, Banda Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin menyebutkan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan para endatu, khususnya budaya Dodaidi.

“Dalam Islam, memperkenalkan pendidikan agama merupakan kewajiban bagi orang tua, itulah sebabnya pesan agama selalu ditemukan dalam lagu Dodaidi. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan anak-anak tentang Allah dan ajaran Islam,” terang Jamaluddin.

Menurutnya, Dodaidi memiliki sebuah keunikan tersendiri dimana terkandung konsep pendidikan Islami lewat lantunan dan senandung dalam syair-syairnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan seiring terjadinya perubahan zaman yang semakin modern, Dodaidi yang dikenal telah melahirkan generasi yang berbudi luhur, kini kian hilang digerus derasnya arus globalisasi yang merajai Aceh saat ini.

“Masyarakat saat ini mulai lupa akan budaya yang pernah dimiliki, sehingga tanpa disadari kita telah berperan dalam menghilangkan sebuah kebudayaan Islam yang sudah ada sejak zaman dahulu sebagai warisan indatu,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, sebut Jamaluddin, pihaknya menilai dibutuhkan upaya dan komitmen semua pihak untuk mengangkat kembali budaya Dodaidi agar kembali hadir di dalam setiap kehidupan masyarakat termasuk lewat kehadiran lewat kegiatan ini.

Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Dodaidi dikalangan masyarakat Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh kembali menggelar Festival Dodaidi tingkat Banda Aceh dan Aceh Besar.Kepala Bidang Seni dan Nilai Budaya, Evi Mayasari juga menjelaskan, kegiatan yang mengangkat tema “Budaya Indatu keu Aneuk Cucoe” ini akan melibatkan 60 peserta lomba yang terdiri dari dua kabupaten, Banda Aceh dan Aceh Besar, dan 12 komunitas seni yang dikemas dalam beberapa konten acara seperti lomba, video konten, pertunjukan kolaborasi dan pagelaran seni budaya.

“Dewan juri yang terlibat dalam perlombaan Dodaidi ini terdiri dari kalangan akademisi, budayawan, seniman, dan pemerhati Dodaidi,” kata Evi.

Evi juga berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan eksistensi Dodaidi khususnya di kalangan komunitas keluarga muda khususnya, dan dalam menunjang perkembangan budaya Aceh umumnya.

“Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kita akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan membatasi jumlah pengunjung,” tutur Evi.

Bagi yang tidak berkesempatan hadir, festival ini juga bisa disaksikan langsung lewat kanal resmi Youtube Disbudpar Aceh dan saluran Aceh TV.