Koneksitas Udara Penting untuk Bantu Pengembangan Pariwisata

171

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata yang dibutuhkan koneksitas udara. Kebanyakan wisatawan lebih memilih transportasi udara untuk berkunjung ke suatu objek wisata.

“Bicara wisata akses udara itu penting, 70 persen wisatawan gunakan udara. Koneksitas udara perlu ditingkatkan,” kata Reza Fahlevi dalam sambutannya di pembukaan Gayo Alas Moutain Internasional (GAMI) Festival 2018 di lapangan Musara Alun, Takengon, Jumat (14/9/2018) malam.

Menurutnya, bandar udara Rembele yang berada di Kabupaten Bener Meriah dan sejumlah bandara lain di dataran tinggi Gayo perlu dibenahi. Jumlah penerbangan juga harus ditingkatkan, sehingga wisatawan akan mudah mengakses saat berkunjung ke Gayo – Alas.

Dengan adanya akses tranportasi udara, pengembangan geopark (taman bumi) akan lebih mudah dikembangkan. Apa lagi, sebut Reza, selain bentang alam yang tersedia secara alami. Juga memiliki sumber daya alam lainnya seperti kopi, gunung Leusert dan sejumlah potensi alam lainnya.

“Ada juga dari sisi budaya dan seni, yaitu tari Saman yang sudah diakui dunia yaitu UNESCO,” jelasnya.

Tentunya dengan adanya pengembangan destinasi wisata Geopark, sebutnya, akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Melalui even GAMI Festival 2018 ini, pemerintah di dataran tinggi Gayo penting untuk meningkatkan pembangunan di berbagai sektor, terutama akses transportasi udara.

“Even ini jadi momentum untuk meningkatkan pembangunan di sini, salah satunya sektor pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu Plt Gubernur, Nova Iriansyah mengaku pemerintah Aceh saat ini menjadi pariwisata skala prioritas. Pemerintah Aceh beranggapan, sektor pariwisata bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan memperkenalkan Aceh ke dunia.

Pasca peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2018 bertema “Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata” oleh Menteri Pariwisata di Jakarta, sebutnya, berbagai atraksi wisata menarik terus digelar di Aceh untuk memperkenalkan branding Aceh kepada dunia sebagai sebuah destinasi wisata dengan ragam pesona alam dan budaya yang menari.

“Salah satu event wisata yang menjadi andalan Aceh untuk branding tersebut adalah Gayo Alas Mountain International Festival 2018 yang kita selenggarakan mulai hari ini hingga 24 November mendatang,” jelasnya.

Untuk mensukseskan rencana tersebut, Nova mengajak pemerintah kabupaten di dataran tinggi Gayo agar fokus dan terus berbenah. Berbenah untuk meningkatkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan, seperti infrastruktur, bandara dan juga fasilitas lainnya.