fbpx

Keumamah dan Kuah Beulangong jadi Warisan Budaya tak Benda Indonesia

352

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan tujuh warisan budaya tak benda dari Aceh sebagai warisan budaya Indonesia 2018. Penetapan itu dilakukan dalam sidang warisan budaya tak benda Indonesia, Jumat (3/8/2018) malam di Jakarta.

Usulan ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisaya Aceh bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh Sumut dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Warisan budaya tak benda yang ditetapkan itu yakni, Keumamah, Laweut, Likee, Panglima Laot, Kuah Beulangong, Keni Gayo, dan adat Pemamanan.

Sidang panelis dipimpin oleh Dr Najamudin Ramli, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI.

Dalam sidang itu, dari Aceh diwakili oleh Drs Alfian Afif MPd (Disbudpar Aceh), Miftah (BPNB Aceh) dan Dr M Adli Abdullah SH MCL dari Universitas Syiah Kuala yang bertindak sebagai narasumber.

Adli Abdullah berhasil menjawab pertanyaan para panelis, bahkan salah satu tim panelis Dr Mukhlis Peni, sambil berkelakar menyatakan Aceh berhasil mewariskan budaya perang menjadi budaya yang bernilai seni tinggi seperti Saman, Laweut danLkee, Seudati dan lain-lain.

Dalam presentasinya,¬†Adli sempat terisak waktu mempertahankan Panglima Laot sebagai warisan budaya tak benda, karena teringat pada Panglima Laot yang menjadi korban dalam konflik Aceh, karena sebutan “panglima” sehingga menjadi korban salah sasaran.

Seperti yang diamai oleh almarhum Pawang Rajiun Terbangan, Pawang Amin Lamno dan Pawang Nyak Amat Ulim.

Sementara itu, dalam pengarahan penutupan acara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr Hilmar Farid mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah seluruh Indonesia, dalam menginventarisir dan mempertahankan warisan budaya tak benda di daerah masing-masing untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia 2018.

Sehingga kali ini mencapai 264 usulan dari seluruh Indonesia.

Dia juga mengharapkan agar nilai nilai budaya bangsa terus dikaji, didata dan dipertahankan sehingga dapat diwarisi dan dikenali kembali oleh generasi kini dan kedepan tegasnya.

Source tribunnews.com