fbpx

Kanji Rumbi, Kuliner Khas Aceh yang Paling Banyak Dicari untuk Buka Puasa  

30

Ramadan adalah bulan spesial bagi masyarakat Aceh. Bagi yang sedang di Lhokseumawe, Aceh, coba untuk nikmati Kanji Rumbi. Inilah kuliner khas Bumi Rencong yang paling banyak ditunggu dan diburu.

Salah satu tempat berburu Kanji Rumbi adalah Masjid Islamic Centre Lhokseumawe. Setiap sore sepanjang Ramadan, kawasan ini dijamin dipadati pengunjung. Di sini, Kanji Rumbi disajikan secara gratis.

“Kanji Rumbi ini kuliner khas Ramadan. Rasanya nikmat. Yang jelas semua diberikan secara free. Hal ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun di sini setiap kali Ramadan datang. Kami ingin berbagi kegembiraan bersama,” ungkap Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Minggu (20/5/2018).

Setiap sore ada sekitar 1.000 porsi Kanji Rumbi yang disiapkan di Masjid Islamic Centre Lhokseumawe. Pengunjung bisa menikmati kuliner ini sambil buka puasa bersama. Atau, bisa juga dibawa pulang.

“Kami bebaskan. Porsinya yang dibagikan cukup besar. Siapa saja yang ingin menikmati kuliner khas Ramadan ini dipersilahkan. Namun, rata-rata Kanji Rumbi ini dinikmati bersama saat berbuka di area masjid. Tapi, ada juga Kanji Rumbi yang dibawa pulang. Kuliner ini dinikmati bersama keluarga di rumah. Silahkan saja,” terang Suaidi lagi.

Menikmati Kanji Rumbi di bulan Ramadan sudah menjadi budaya masyarakat Bumi Rencong. Demi bisa menikmati Kanji Rumbi bersama-sama, masyarakat pun rela patungan. Makanan ini pun dibuat bersama-sama.

“Kanji Rumbi ini dimasak secara bersama-sama oleh warga di sekitar masjid. Serupa pada lingkungan Masjid Islamic Centre ini, kami juga membangun dapur khusus. Ada tim yang sudah disiapkan. Yang jelas, bulan Ramadan di Lhokseumawe ini sangat meriah. Ada kebersamaan yang luar biasa,” ujarnya.

Lalu apa itu Kanji Rumbi? Kanji Rumbi adalah kuliner yang berbentuk seperti bubur ayam. Bahan baku utamanya beras yang dicuci dan direndam lebih dahulu. Bumbu yang digunakan adalah ketumbar, merica, jahe, pekak, adas manis, kayu manis, bawang merah, dan biji pala. Sebagai pendampingya ada ayam, udang rebus.

Untuk menghasilkan Kanji Rumbi terbaik, beras disangrai sampai kuning dan ditumbuk halus. Langkah berikutnya adalah beras direbus hingga menjadi bubur. Di dalam rebusan bubur tersebut, bumbu lalu dimasukan dalam keadaan terbungkus kain tipis. Serupa beras, ayam juga direbus hingga empuk. Bila semua sudah matang, lalu disaikan bersama dengan ditambah bawang goreng.

“Proses pembuatan Kanji Rumbi ini sangat mudah. Mayoritas warga di sini sudah tahu betul bagaimana cara membuatnya. Mereka sudah paham komposisi dan cara meracik bumbu-bumbunya. Kami sudah mendapatkan resep ini secara turun temurun. Kalau yang suka asin, bisa ditambah garam lebih banyak,” kata Suaidi.

Kemeriahan Lhokseumawe menyambut Ramadan dengan Kanji Rumbi pun menarik perhatian Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Budaya penyajian Kanji Rumbi sebagai menu berbuka puasa sangat fenomenal. Sebab, melibatkan seluruh masyarakat dan dilakukan secara masif oleh masjid atau surau di sana. Kondisi ini tentu menarik dan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Aceh itu kaya akan kuliner. Ada banyak kuliner asli Aceh yang sangat dikenal. Kanji Rumbi ini menjadi fenomena karena muncul di moment spesial seperti Ramadan. Kekayaan ini tentu menjadi potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan. Aapalagi, mereka memiliki minat tinggi pada fenomena budaya,” pungkasnya.