Ragam Sejarah Hadir di Aceh History Expo PKA VII

503

Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII ternyata tidak hanya menyuguhkan tentang adat istiadat dan kebudayaan Aceh saja. Namun, even terbesar di Serambi Mekkah ini juga menyediakan ruang bagi ragam cerita sejarah pada stan Aceh Story Expo di Museum Aceh, Banda Aceh.

Dari sejumlah stan sejarah itu, terdapat salah satu stan yang mungkin namanya tidak asing bagi masyarakat Aceh, yakni The Hasan Tiro Center.

Pendiri The Hasan Tiro Center, Haikal, mengatakan, lembaganya merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya sejarah, politik, dan lain sebagainya terutama tentang Aceh.

Dia mengatakan, Hasan Tiro termasuk bagian dari sejarah. Pemikiran dari sang deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu, telah membawa sejumlah perubahan di Aceh.

“Selama ini teman-teman konsen dalam mengumpulkan arsip-arsip sejarah karena kita menganggap bahwa Hasan Tiro adalah bagian dari sejarah, maka dia sudah memang sudah layak di museum kan,” kata Haikal saat dijumpai di lokasi, Rabu (8/8/2018).

Meskipun demikian, pada stan ini tidak banyak hal yang diceritakan mengenai GAM. Melainkan hanya fokus terhadap pemikiran serta sebagian peninggalan dari Hasan Tiro.

Informasi mengenai Hasan Tiro tentunya sangat penting, bagi para peneliti maupun generasi selanjutnya. Oleh karena itu, stan ini diharapkan dapat membantu untuk melengkapi data-data atau sekedar diskusi semata.

“Kita konsen dengan arsip maupun dokumen yang berkaitan dengan beliau, supaya apa arsip-arsipnya itu mudah ditemukan nantinya di kemudian hari oleh generasi-generasi mendatang,” kata Haikal.

The Hasan Tiro Center memiliki sejumlah koleksi dari sang deklarator GAM tersebut. Diantaranya, 2.430 kliping dari berbagai media sejak tahun 1953-2010, 430 koleksi surat-surat pribadi dan diplomasi dengan tokoh dunia internasional, puluhan buku, kaset pidato, video, serta 3.730 file foto Hasan Tiro dari masa ke masa.