IMTI Rilis 10 Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia

248

Kebutuhan gaya hidup halal terus bergeliat, salah satunya bisa terlihat dari sektor pariwisata. Pariwisata halal merupakan salah satu sektor pariwisata dengan tingkat pertumbuhan tercepat di seluruh dunia dan pada akhir dekade ini wisatawan Muslim diperkirakan akan merepresentasikan 10 persen dari industri pariwisata global.

Di tahun 2026, kontribusi sektor pariwisata halal terhadap perekonomian global juga diprediksikan akan meningkat hingga mencapai USD300 miliar.

Industri pariwisata Indonesia sendiri bisa dikatakan sudah cukup ‘melek’ terhadap pariwisata halal ini. Sebagai contoh, nyatanya Indonesia sudah memiliki daerah destinasi wisata halal yang diunggulkan. Di mana, ternyata yang menduduki posisi nomor satu sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, adalah Lombok. Menduduki peringkat nomor satu versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) tahun 2019, Lombok berhasil mengalahkan Aceh.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam laporan, disebutkan dari 10 destinasi wisata halal unggulan di Indonesia, Lombok berhasil keluar sebagai ranking 1 dengan skor penilaian tertinggi 58, lalu Aceh dengan skor 57, kemudian disusul DKI Jakarta yang mendapatkan nilai 56, dan di peringkat kelima ada Sumatera Barat dengan raihan skor 55, baru kemudian Provinsi Jawa Barat dan Yogyakarta yang masing-masing mendapatkan perolehan nilai 51, Riau dan Kepulauan Riau skor 50, Jawa Timur (Malang area) skor 48, terakhir ada Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya) dengan skor 30.

“Hasil IMTI 2019 menunjukkan terjadinya peningkatan skor di 10 destinasi wisata unggulan Indonesia,” kata Fazal Bahardeen CEO CrescentRating dan HalalTrip ketika menyampaikan report IMTI 2019 di Lobby Lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (8/4/2019).

Sementara itu pada IMTI 2018, 10 destinasi unggulan mencatatkan skor tertinggi 58 yang diperoleh Lombok dan terendah destinasi Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya) sebesar 30.

Fazal Bahardeen saat mengumumkan hal itu didampingi Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Anang Sutono, Pengarah Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan, dan Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih.

Ia juga menjelaskan, IMTI 2019 mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI) yang mengadopsi 4 kriteria meliputi; Access, Communication, Environment, dan Services (ACES).

“Masing-masing kriteria terdiri dari tiga komponen; untuk Access terdiri atas; visa requirements, air connectivity, transport infrastructure; Communication (outreach, ease of communication, dan digital presence); Environment (safety and culture, visitor arrivals, dan enabling climate). Sedangkan komponen Services terdiri dari core needs (halal food and prayers); core services (hotels, airports), dan unique experiences,” katanya.

Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, Indonesia sebagai pemain global halal tourism harus menggunakan standar global yang untuk wisata halal mengacu pada GMTI.

“Menteri Pariwisata menargetkan, Indonesia tahun ini menjadi ranking 1 sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Ia mengatakan, untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) halal tourism tahun ini ditargetkan mencapai 5 juta wisman atau 25% dari target 20 juta wisman.

Pengarah Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan mengatakan, Kemenpar menggandeng Mastercard dan CrescentRating untuk membuat standar penilaian kinerja wisata halal Indonesia atau Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dengan mengacu pada standar global GMTI dimulai pada 2015.

“Pembentukan IMTI dimulai pada 2018, sedangkan IMTI 2019 ini merupakan tahun kedua dalam menerapkan standar global GMTI untuk menilai kinerja destinasi pariwisata halal unggulan di Indonesia,” katanya.

Penghargaan akan diberikan kepada 10 destinasi wisata halal unggulan IMTI 2019 yang digelar dalam acara Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference 2019 yang berlangsung di Bidakara Hotel Jakarta, Selasa (9/4/2019).