IKAMAT dan Disbudpar Aceh gelar Pameran Budaya dan Sejarah

106

Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (IKAMAT) bekerja sama dengan Museum Aceh dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar pameran sejarah dan kebudayaan Aceh di Turki.

Pameran yang mengusung tema ‘Aceh-Turki dalam konsep sejarah, pasca tsunami dan masa kini’ itu akan diselenggarakan 2-3 November 2019 di Üsküdar Bağlarbaşı Kongre ve Kültür Merkezi, Istanbul, Turki.

Ketua IKAMAT Haykal mengatakan rangkaian acara meliputi bazar, manuscript fair, book review, panel discussion hingga tampilan seni.

“Tampilan seni dipersembahkan langsung oleh tim Disbudpar Aceh, sedangkan Bazar diisi oleh berbagai institusi yang ada di Turki,” jelas Haykal.

Dia berharap acara ini merupakan modal yang baik untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga kebudayaan serta museum yang ada di Turki.

“Acara ini tidak hanya promosi wisata dan budaya saja, karena akan ada kerja sama yang sifatnya berkelanjutan antara lembaga yang ada di Aceh dan di Turki,” jelas dia.

Haykal menjelaskan pada sesi Book Review akan diisi oleh Mehmet Ozay, Sosiolog asal Turki yang sudah berpengalaman meneliti sejarah Aceh-Turki dan akan membedah buku karyanya sendiri ‘Açe Darusselam Sultanlığı’.

Pada panel diskusi, pembicara-pembicara yang akan mengisi slot acara antara lain IHH, sebuah LSM kemanusiaan yang pernah ikut serta dalam rehab-rekon tsunami Aceh.

Wakil Perdana Menteri Turki antara Agustus 2014 hingga Juli 2017 yang juga pernah menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki dari 2017 hingga 2018 Numan Kurtulmuş juga akan menghadiri acara tersebut.

Wakil Rektor Fatih Sultan Mehmet University Fahamedin Başar yang selalu membantu mahasiswa Aceh dalam menggali sejarah Aceh di Turki juga akan menghadiri acara tersebut.

Haykal menjelaskan pada sesi manuscript fair, pihak Museum Aceh berkolaborasi dengan Masykur, seorang kolektor muda manuskrip Aceh yang akan menampilkan berbagai koleksi tentang Aceh-Turki yang pernah ditemukan di Aceh.

Arkeolog Aceh yang menulis buku ‘Awal Masuknya Islam ke Aceh’ Husaini Ibrahim juga ikut mengisi acara tersebut.

Kepala Biro Osmanlı Arşivleri Cevat Ekici memamerkan semua manuskrip tentang Aceh yang ada di Turki.

Osmanlı Arşivleri merupakan sebuah badan arsip yang menyimpan arsip-arsip kerajaan Ottoman di Istanbul, termasuk surat terkenal diplomasi kerajaan Aceh dengan Turki Usmani dulu.

“Kita mengeluarkan sebanyak 20 dokumen korespondensi antara Kesultanan Aceh Darussalam dan Turki Utsmani, dan setelah selesai pameran nantinya kopian dokumen tersebut akan kita hibahkan ke IKAMAT secara permanen,” kata Cevat.