fbpx

GAMI Festival 2019 Akan Dimulai dari Kabupaten Gayo Lues

132

Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival ditetapkan sebagai kegiatan tahunan. Penyelenggaraan GAMI Festival 2019 dibuka di Gayo Lues dan penutupan di Bener Meriah.

Demikian antara lain hasil rapat koordinasi GAMI Festival di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Jakarta, Selasa (16/10/2018) lalu.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Bappeda Aceh, Azhari, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, Asisten II Pemkab Gayo Lues. Hanya perwakilan Bener Meriah yang tidak hadir dalam pertemuan.

Rapat dibuka Deputi V Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, dan Asisten Deputi Warisan Budaya Pamuji Lestari.

Pertemuan itu juga dihadiri pejabat dari kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko PMK.

Selanjutnya penyelenggaraan GAMIFest 2020 dibuka di Bener Meriah dan ditutup di Aceh Tenggara, dan GAMI Festival 2021 dibuka di Aceh Tenggara ditutup di Aceh Tengah.

Asdep Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari menyebutkan kawasan Gayo Alas memiliki potensi budaya dan alam.

“Di kawasan itu terdapat warisan dunia, yaitu Tari Saman warisan budaya dunia tak benda, Taman Nasional Gunung Leuser, sebagai paru-paru dunia, dan kopi gayo yang sudah mendunia,” ujar Pamuji Lestari yang akrab disapa Bu Tari.

Disebutkan seluruh potensi kawasan Gayo Alas harus mampu dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat kawasan.

Kepala Bappeda Aceh, Azhari, menyatakan Pemerintah Aceh membeei dukungan penuh bagi program GAMI Festival, dan ia menyatakan pendekatan budaya sebagai pintu masuk pengembangan kawasan, salah satu model yang termasuk baru.

“Pendekatan budaya dan melibatkan masyarakat untuk menuju pembangunan kawasan, sesuatu yang baru,” ujar Azhari.

Ia juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini mencapai 5,7 persen, salah satu faktor pendongkraknya adalah kegiatan seni budaya di berbagai kabupaten di Aceh, seperti Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar meminta seluruh kementerian dan lembaga di Pusat untuk mencurahkan perhatiannya bagi pembangunan kawasan Gayo Alas.

“Kawasan ini membutuhkan dotongan agar mempercepat pembangunan kawasan,” katanya.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Bukhari, mengatakan, banyak potensi alam dan budaya kawasan yang belum tergarap karena keterbatasan anggaran.

Ia menyebutkan sejumlah potensi alam Aceh Tenggara, seperti Sungai Alas dan Taman Nasional Gunung Leuser.

“Tapi belum bisa sepenuhnya memberi manfaat ekonomi, kepada masyarakat, dibutuhkan berbagai langkah dan dukungan,” ujarnya.

Source tribunnews.com